China memiliki 37 reaktor nuklir yang sedang dibangun. AS tidak memiliki.

Ini bukan sekadar soal energi—ini tentang kapasitas industri, keamanan nasional, dan posisi ekonomi jangka panjang. Sementara AS memperdebatkan skor ESG dan keandalan jaringan, China membangun infrastruktur untuk 50 tahun ke depan.

Nuklir = tenaga pembangkit beban dasar = pusat data, komputasi AI, manufaktur skala besar. Anda tidak bisa menjalankan ekonomi modern hanya dengan perasaan dan panel surya saja.

Sementara itu, para penambang uranium dan perusahaan yang terkait nuklir ($CCJ, $UEC, $UUUU) telah melakukan konsolidasi setelah kenaikan pada 2023. Jika siklus pembangunan ini dipercepat secara global—dan itu akan terjadi—kesenjangan antara pasokan dan permintaan akan menjadi menarik dengan cepat.

Kemandirian energi sudah bukan pilihan lagi. Ini adalah senjata geopolitik.