Saat aku menatap data dingin di atas blockchain, di sisi lain ada orang yang sudah menyuntikkan hampir satu miliar dolar ke sebuah blockchain baru.

Ruang blok di blockchain BTC kosong sekali; biaya transaksinya hanya 4 sat/vB. Dalam kondisi seperti ini, aku tidak bisa menyebut TVL Robinhood (broker sekuritas berbasis internet dari AS) sebagai tanda pemulihan pasar secara keseluruhan. Ini lebih mirip likuiditas yang mencari tempat sandar baru. Jadi Uniswap akan muncul dalam cerita ini.

Penjelasan dari Standard Chartered (bank) agak menarik: hal tersulit dari sebuah blockchain baru bukanlah teknologinya, melainkan pada momen awal apakah ada orang yang bersedia membayar di depan untuk menyalakan semuanya. Uniswap (pertukaran terdesentralisasi) dijadikan umpan, untuk melompati rintangan cold start. Ini juga menjelaskan kenapa hari ini harga UNI masih di 3,48 dolar dan turun 2,25%. Harga token dan pemanfaatan on-chain pada dasarnya bukan hal yang sama.

Aku dulu ingin menetapkan batasnya: TVL mendekati satu miliar dolar itu fakta yang terkonfirmasi di akun. Adapun jejak dana di baliknya, aku tidak punya bukti setingkat alamat; aku hanya bisa menilai dari mekanismenya. Ini tidak seperti gema dari bull market besar, melainkan seperti kolam lama yang kehabisan darah, sementara kolam baru mulai mengumpulkan tenaga.

Selanjutnya fokus pada dua hal. Pertama, setelah blockchain ini melewati batas plafon sementara, apakah ia masih bisa terus berkembang. Kedua, jika harga UNI terus tidak bergerak, itu menunjukkan likuiditas hanya dipindahkan, bukan diciptakan. Hanya poin terakhir itulah yang layak dicermati lebih panjang.