#binancep2pantoan @Binance Vietnam

Saya dulu berpikir kalau saya “tukang lama” P2P, jadi saya tidak perlu membaca detail berkas pihak lain lagi—sampai akhirnya hampir jadi korban jebakan penggantian nama akun di tengah jalan.

Hari itu saya menjual USDT ke seseorang yang memiliki lencana, dan tingkat penyelesaian tampak bagus, jadi saya hanya melirik sebentar lalu langsung membuat pesanan. Beberapa menit kemudian, pembeli mengirim pesan: "Nama rekening bank saya yang tertera di pesanan sudah terkunci, tolong transfer ke nomor rekening lain saja—nama sedikit berbeda saja." Saya sempat ingin menyetujui agar cepat, tapi saya sempat berhenti—mencocokkan nama pada rekening pembayaran dengan informasi pesanan adalah langkah yang selama ini selalu saya ingatkan orang lain, dan nyaris saya abaikan.

Saya meminta mereka membatalkan pesanan dan membuat pesanan baru dengan informasi yang benar, serta menyimpan semua percakapan di chat Binance agar ada bukti. Sikap pembeli langsung berubah; mereka terus mendesak "transfer saja biar tidak lewat waktu", lalu terdiam ketika saya tegas menolak melepas dana untuk rekening yang namanya tidak sesuai. Saya melaporkan pesanan tersebut, dan Bantuan Binance menanganinya dengan baik setelah itu.

Pelajaran yang saya ambil: pengalaman bertahun-tahun tidak bisa menggantikan kebiasaan memeriksa dengan teliti setiap kali. Memeriksa kecocokan nama rekening hanya butuh 10 detik, tapi justru langkah itulah yang menyelamatkan saya dari masalah besar.