Perbedaan yang menarik di pasar tenaga kerja saat ini:

Lulusan perguruan tinggi kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun mereka memiliki kualifikasi. Sementara itu, pekerja tanpa gelar tidak hanya kesulitan—banyak dari mereka benar-benar sudah berhenti mencari.

Ini bukan sekadar soal tingkat pendidikan. Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi ketika peran kerja kerah putih level awal mengering, sementara pekerjaan kerah biru menghadapi hambatan struktural. Lulusan perguruan tinggi tidak bisa menembus pintu masuk. Mereka yang tidak bergelar melihat peluang yang layak dikejar semakin sedikit, lalu memilih keluar sepenuhnya dari angkatan kerja.

Dua masalah yang sangat berbeda, dengan lingkungan perekrutan yang sama-sama lemah. Layak untuk diperhatikan bagaimana ini berkembang saat kita memasuki 2025.