Grafik S&P 500 ini ditarik dari tahun 1949 sampai sekarang—sudah hampir 80 tahun candle (K-line).

Yang paling terasa secara langsung adalah: koreksi-koreksi di tengah yang kamu pikir “langit mau runtuh”, jika ditempatkan dalam siklus jangka panjang, bahkan tidak sampai jadi lubang (penurunan berarti). Gelembung internet 2000, krisis keuangan 2008, flash crash akibat pandemi 2020, dan bear market saat kenaikan suku bunga 2022—setiap satu big bearish candle yang saat itu membuat orang putus asa, saat dilihat kembali ternyata justru titik beli.

Kenaikan belakangan ini khususnya sangat mencolok. Langsung dari lebih dari 6000 ke mendekati 8000. Kemiringannya jelas lebih curam dibandingkan bagian mana pun sebelumnya.

Namun justru karena kemiringannya terlalu curam, kita perlu waspada. Secara historis, setiap kali terjadi kenaikan yang vertikal seperti ini, biasanya setelahnya ada dua kemungkinan: entah konsolidasi mendatar dalam waktu lama, atau datang koreksi yang dalam. Naik terlalu cepat pada dasarnya sedang menghabiskan ruang ke depan.

Strategi memegang saham AS dalam jangka panjang telah berulang kali terbukti dalam 80 tahun terakhir. Masalah sesungguhnya ada pada: kita masuk pada posisi yang mana, dan seberapa besar ukuran (porsi) posisi/portofolio.