Data CPI AS Amerika Serikat untuk Juli 2026 sudah keluar: secara tahunan naik 3,4%, sesuai perkiraan, dan sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Intinya, guncangan energi akibat perang di wilayah Iran perlahan mereda; tekanan harga seperti bensin dan bahan bakar mulai berkurang, sementara pertumbuhan biaya perumahan juga mulai melandai.

CPI inti turun dari 2,6% pada bulan lalu menjadi 2,5%, juga masih sesuai ekspektasi. Jika dilihat secara bulanan (month-to-month), CPI Juli naik 0,1%—membalik penurunan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama karena biaya perumahan dan makanan yang naik tipis. CPI inti bulanan naik 0,2%.

Data seperti ini sebenarnya cukup tipikal: pada fase penurunan setelah guncangan energi, data inflasi mulai bergerak turun secara lebih moderat, tetapi tidak akan langsung jatuh begitu saja. Biaya perumahan adalah komponen yang paling “lengket” (sulit turun cepat), sehingga dalam jangka pendek sulit mendingin secara cepat. Secara historis, setelah krisis minyak pada era 1970-an pun jalurnya mirip: harga energi lebih dulu mereda, namun inflasi inti tetap tertahan dan “menggerus” perlahan.

Sekarang pasar mungkin merasa sedikit lega, mengira tekanan inflasi sedang membaik, tetapi jangan lupa: secara bulanan masih naik—hanya saja kenaikannya melambat. The Fed kemungkinan masih akan terus mengamati dan tidak akan tergesa-gesa beralih arah. Pada situasi seperti ini, kesabaran lebih penting daripada apa pun.