Inflasi Jerman melonjak ke 2,8% pada bulan Juli, sementara energi kembali berulah—harga bensin naik 23%, dan minyak pemanas naik 35%. Jujur saja, inflasi yang digerakkan oleh energi seperti ini tidak terlalu mengejutkan; kerapuhan struktur energi Eropa sudah terlihat jelas sejak 2022. Kenaikan harga pangan hanya 0,4% menunjukkan bahwa permintaan inti masih lemah—akar masalahnya tetap ada di sisi penawaran.
Di sisi lain, India mencatat 4,45%, dan untuk dua bulan berturut-turut melewati garis target bank sentral di atas 4%. Yang menarik, ada perbedaan antara desa dan kota—pedesaan 4,84%, sedangkan perkotaan 3,96%. Split seperti ini biasanya mencerminkan bahwa kenaikan harga pangan memberi dampak yang lebih besar pada wilayah pedesaan, sementara di kota porsi layanan dalam keranjang konsumsi lebih tinggi. Bank sentral India sekarang berada dalam posisi yang cukup canggung: tekanan inflasi meningkat, namun pertumbuhan ekonomi juga perlu dijaga.
Jika dua data ini dilihat bersama, kisah inflasi global belum benar-benar selesai. Begitu harga energi berfluktuasi, Eropa langsung memantulkannya ke CPI; sementara pasar negara berkembang seperti India menghadapi masalah struktural—dampak pangan dan energi terhadap kelompok berpenghasilan rendah selalu menjadi lebih besar. Hari-hari bank sentral di paruh kedua tahun ini kemungkinan tidak akan terlalu ringan.
Di sisi lain, India mencatat 4,45%, dan untuk dua bulan berturut-turut melewati garis target bank sentral di atas 4%. Yang menarik, ada perbedaan antara desa dan kota—pedesaan 4,84%, sedangkan perkotaan 3,96%. Split seperti ini biasanya mencerminkan bahwa kenaikan harga pangan memberi dampak yang lebih besar pada wilayah pedesaan, sementara di kota porsi layanan dalam keranjang konsumsi lebih tinggi. Bank sentral India sekarang berada dalam posisi yang cukup canggung: tekanan inflasi meningkat, namun pertumbuhan ekonomi juga perlu dijaga.
Jika dua data ini dilihat bersama, kisah inflasi global belum benar-benar selesai. Begitu harga energi berfluktuasi, Eropa langsung memantulkannya ke CPI; sementara pasar negara berkembang seperti India menghadapi masalah struktural—dampak pangan dan energi terhadap kelompok berpenghasilan rendah selalu menjadi lebih besar. Hari-hari bank sentral di paruh kedua tahun ini kemungkinan tidak akan terlalu ringan.