Pasar bull ditopang oleh stimulus, pasar bear oleh demand yang nyata
Proyek-proyek tipe DeFi punya fenomena yang cukup menarik. Saat pasar bull, semua orang mencari imbal hasil tinggi. Jika 100% APY belum cukup menggairahkan, maka jadilah 300%; kalau 300% masih kurang, tambahkan poin—pokoknya haruslah sesuatu yang membuat jantung berdebar.
Tapi ketika pasar berbalik menjadi bear, gaya ceritanya langsung berubah. Dulu pertanyaannya: “Proyek ini bisa bantu saya menghasilkan berapa? Bisa menghasilkan seberapa cepat?” Sekarang menjadi: “Apakah imbal hasil ini benar-benar nyata? Apakah pihak proyek akan kabur?”
Ini sebenarnya merupakan salah satu standar penting untuk menilai apakah sebuah proyek DeFi mampu menembus siklus. Karena pada pasar bull, banyak demand dipancing lewat insentif; sedangkan pada pasar bear, demand-nya lebih mendekati kebutuhan yang benar-benar nyata.
Itulah mengapa saya cukup yakin pada @saturn_credit, dengan beberapa alasan berikut:
1. Ambil $sUSDat sebagai contoh: dasar imbal hasilnya berasal dari sekitar 12% APY dari STRC, bukan sekadar bergantung pada subsidi Token. Perbedaan ini sangat penting.
2. Selain itu, kapasitas dana STRC memberi sUSDat ruang ekspansi skala yang lebih besar. Imbal hasil tidak akan otomatis turun hanya karena jumlah dana yang masuk bertambah.
3. Imbal hasil yang stabil itu sendiri adalah produk yang memiliki demand jangka panjang. Selalu ada orang yang lebih mengutamakan keamanan dan imbal hasil jangka panjang yang stabil. Saturn bisa memenuhi hal itu~
4. Seiring dengan penautan kembali $STRC , aset dasar Saturn menjadi lebih stabil dan transparan.
5. Desain produknya masuk akal: aset $USDat dan $sUSDat dipisahkan berdasarkan lapisan dan masing-masing menjalankan perannya, sehingga investor bisa memilih sesuai preferensi mereka.
Jadi, jika di pasar bear masih ada orang yang bersedia terus menaruh uang di dalamnya? Barulah itu layak untuk membicarakan benar-benar menembus siklus.
Nah, TVL Saturn sebesar 174M seharusnya bisa menjawab pertanyaan ini!
$BTC #BTC走势分析
Proyek-proyek tipe DeFi punya fenomena yang cukup menarik. Saat pasar bull, semua orang mencari imbal hasil tinggi. Jika 100% APY belum cukup menggairahkan, maka jadilah 300%; kalau 300% masih kurang, tambahkan poin—pokoknya haruslah sesuatu yang membuat jantung berdebar.
Tapi ketika pasar berbalik menjadi bear, gaya ceritanya langsung berubah. Dulu pertanyaannya: “Proyek ini bisa bantu saya menghasilkan berapa? Bisa menghasilkan seberapa cepat?” Sekarang menjadi: “Apakah imbal hasil ini benar-benar nyata? Apakah pihak proyek akan kabur?”
Ini sebenarnya merupakan salah satu standar penting untuk menilai apakah sebuah proyek DeFi mampu menembus siklus. Karena pada pasar bull, banyak demand dipancing lewat insentif; sedangkan pada pasar bear, demand-nya lebih mendekati kebutuhan yang benar-benar nyata.
Itulah mengapa saya cukup yakin pada @saturn_credit, dengan beberapa alasan berikut:
1. Ambil $sUSDat sebagai contoh: dasar imbal hasilnya berasal dari sekitar 12% APY dari STRC, bukan sekadar bergantung pada subsidi Token. Perbedaan ini sangat penting.
2. Selain itu, kapasitas dana STRC memberi sUSDat ruang ekspansi skala yang lebih besar. Imbal hasil tidak akan otomatis turun hanya karena jumlah dana yang masuk bertambah.
3. Imbal hasil yang stabil itu sendiri adalah produk yang memiliki demand jangka panjang. Selalu ada orang yang lebih mengutamakan keamanan dan imbal hasil jangka panjang yang stabil. Saturn bisa memenuhi hal itu~
4. Seiring dengan penautan kembali $STRC , aset dasar Saturn menjadi lebih stabil dan transparan.
5. Desain produknya masuk akal: aset $USDat dan $sUSDat dipisahkan berdasarkan lapisan dan masing-masing menjalankan perannya, sehingga investor bisa memilih sesuai preferensi mereka.
Jadi, jika di pasar bear masih ada orang yang bersedia terus menaruh uang di dalamnya? Barulah itu layak untuk membicarakan benar-benar menembus siklus.
Nah, TVL Saturn sebesar 174M seharusnya bisa menjawab pertanyaan ini!
$BTC #BTC走势分析