Seorang kakak baru yang baru mulai masuk ke pasar Crypto berkat saya yang mencatat dengan akurat apa yang saya periksa sebelum setiap transaksi di Binance P2P. Saya pikir cukup menuliskan kembali kebiasaan saya apa adanya, tidak menambah atau mengurangi supaya terlihat bagus.
Pertama, buka aplikasi Binance dan lihat tampilan/halaman utamanya. Saya bertransaksi di Binance P2P karena ada escrow, ada riwayat pesanan, dan ada mekanisme appeal jika muncul masalah, tetapi lapisan-lapisan itu tidak membuat saya mengabaikan pemeriksaan mandiri.
Sebelum menerima pesanan, saya melihat profil partner, tingkat penyelesaian, dan jumlah transaksi. Saya tidak menganggap akun baru itu berbahaya—hanya saja untuk profil dengan data yang sedikit, biasanya saya melambat sesaat untuk double check dengan lebih teliti.
Saat bertransaksi, saya menyimpan semua percakapan di chat Binance P2P. Jika ada yang menyarankan pindah ke Telegram, WhatsApp, atau kanal lain, saya akan berhenti. Bagi saya, ini bukan lagi soal nyaman atau tidak nyaman.
Pada tahap release, saya memeriksa langsung rekening bank. Saya tidak mengandalkan screenshot atau notifikasi yang dikirim lewat chat. Saya mencocokkan jumlah uang yang benar-benar diterima dan informasi pengirim sebelum melanjutkan.
Setelah transaksi, saya menyimpan informasi pesanan dan bukti yang diperlukan. Jika ada bagian yang tidak jelas, saya memilih untuk bertanya lewat pesan ke CS Binance P2P untuk menunggu bantuan, daripada menebak-nebak sendiri.
Kalau dilihat kembali, langkah-langkah ini tidak memakan banyak waktu. Yang lebih saya perhatikan adalah tetap mempertahankannya bahkan ketika transaksi berjalan normal.
#binancep2pantoan @Binance Vietnam $BTC
Pertama, buka aplikasi Binance dan lihat tampilan/halaman utamanya. Saya bertransaksi di Binance P2P karena ada escrow, ada riwayat pesanan, dan ada mekanisme appeal jika muncul masalah, tetapi lapisan-lapisan itu tidak membuat saya mengabaikan pemeriksaan mandiri.
Sebelum menerima pesanan, saya melihat profil partner, tingkat penyelesaian, dan jumlah transaksi. Saya tidak menganggap akun baru itu berbahaya—hanya saja untuk profil dengan data yang sedikit, biasanya saya melambat sesaat untuk double check dengan lebih teliti.
Saat bertransaksi, saya menyimpan semua percakapan di chat Binance P2P. Jika ada yang menyarankan pindah ke Telegram, WhatsApp, atau kanal lain, saya akan berhenti. Bagi saya, ini bukan lagi soal nyaman atau tidak nyaman.
Pada tahap release, saya memeriksa langsung rekening bank. Saya tidak mengandalkan screenshot atau notifikasi yang dikirim lewat chat. Saya mencocokkan jumlah uang yang benar-benar diterima dan informasi pengirim sebelum melanjutkan.
Setelah transaksi, saya menyimpan informasi pesanan dan bukti yang diperlukan. Jika ada bagian yang tidak jelas, saya memilih untuk bertanya lewat pesan ke CS Binance P2P untuk menunggu bantuan, daripada menebak-nebak sendiri.
Kalau dilihat kembali, langkah-langkah ini tidak memakan banyak waktu. Yang lebih saya perhatikan adalah tetap mempertahankannya bahkan ketika transaksi berjalan normal.
#binancep2pantoan @Binance Vietnam $BTC