Sebelum CPI malam ini dirilis, bahaya terbesar di pasar bukanlah datanya, tetapi posisi dana yang terlalu ekstrem

Dana tren ala CTA ini telah mendorong short obligasi ke level tertinggi sepanjang sejarah. Ini sama saja seperti menjadikan pasar sebagai panci bertekanan tinggi

1. Risiko sangat tidak simetris
Ruang bagi short untuk terus menghantam ke bawah sangat kecil, tetapi begitu CPI sedikit saja lebih rendah, atau muncul sinyal pendinginan dari inflasi inti, maka akan langsung memicu short squeeze. Short yang menumpuk di posisi puncak hanya untuk menghentikan kerugian terpaksa gila-gilaan membeli kembali obligasi untuk menutup posisi. Akibatnya, harga obligasi melonjak, dan imbal hasil langsung terjun tajam

2. Mengapa dana berani bertaruh?
Beberapa waktu lalu, kenaikan harga minyak ditambah dengan skala penerbitan utang yang besar telah menanamkan ekspektasi bahwa inflasi sangat sulit ditaklukkan. Para trader bertaruh bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada bulan September, lalu terus menambah posisi short seiring tren. Hasilnya, posisi mereka terdorong sampai batas maksimal

3. Prakiraan ke depan
Malam ini, bahkan jika data hanya sesuai ekspektasi, peluang pasar obligasi mengalami rebound sangat tinggi, dan imbal hasil berpotensi terkoreksi ke bawah. Karena struktur posisi menentukan elastisitas jangka pendek, margin keamanan kini jelas berada di pihak long. Hanya jika CPI melonjak jauh di atas ekspektasi, short bisa keluar dengan selamat, tetapi probabilitasnya tidak tinggi

Dalam perdagangan yang sangat padat, mengejar short obligasi secara membabi buta jelas tidak seimbang dari sisi cost-benefit. Melakukan taruhan untuk penurunan imbal hasil justru lebih stabil.
Menurutmu, data malam ini bisa memaksa gerombolan short itu menutup posisi?

Bukan nasihat investasi. DYOR
#Data AS CPI dan PPI bulan Juli rilis minggu ini