⚠️ P2P: Jangan Biarkan “Transfer Lebih” Menjadi Masalah Besar
Ada satu skenario P2P yang selalu membuat saya sangat waspada:
Anda menjual 500 USDT.
Uangnya masuk ke akun, tapi jumlahnya lebih besar daripada nilai yang tertera di order.
Tak lama kemudian, pembeli mengirim pesan:
“Aku salah transfer, tolong kembalikan sisa lebihnya ke akun ini ya.”
Kedengarannya sangat wajar.
Tapi secara pribadi saya tidak akan terburu-buru mengirim balik, terutama jika mereka meminta agar dikirim ke rekening bank lain.
Alasannya sangat sederhana:
🔹 Transaksi P2P awal adalah satu transaksi.
🔹 Dana yang saya kembalikan adalah transaksi yang benar-benar baru.
🔹 Jika rekening penerima tidak terkait langsung dengan order, penjelasan sumber transaksi setelah itu bisa jadi rumit.
Karena itu, prinsip saya adalah:
Jumlah tidak sesuai → BERHENTI.
Sebelum memproses, saya akan memeriksa:
✅ Apakah jumlah yang benar-benar diterima sesuai dengan order P2P?
✅ Apakah nama/informasi pengirim cocok?
✅ Apakah dana tersebut benar-benar berkaitan dengan order?
✅ Apakah ada yang meminta saya mentransfer ke rekening lain?
Jika ada hal yang tidak beres, saya tidak akan mengatasinya sendiri dengan membuat transaksi baru.
Sebagai gantinya, saya simpan Order ID, riwayat pembayaran, dan seluruh percakapan, lalu gunakan untuk mengajukan komplain/dukungan resmi guna verifikasi.
Hal paling berbahaya kadang bukanlah jumlah yang salah transfer.
Melainkan rasa harus menyelesaikannya secepat mungkin.
Dalam P2P, saya lebih memilih menunggu beberapa menit untuk verifikasi daripada bertindak cepat sehingga membuat transaksi tambahan yang lebih sulit dijelaskan.
Transfer lebih = Tangguhkan.
Permintaan mengembalikan ke akun lain = Berhenti dan verifikasi.
Jangan mengurus sendiri di luar prosedur order.
P2P tidak hanya butuh kecepatan. #BinanceP2PAnToan adalah yang nomor 1. @Binance Vietnam
Ada satu skenario P2P yang selalu membuat saya sangat waspada:
Anda menjual 500 USDT.
Uangnya masuk ke akun, tapi jumlahnya lebih besar daripada nilai yang tertera di order.
Tak lama kemudian, pembeli mengirim pesan:
“Aku salah transfer, tolong kembalikan sisa lebihnya ke akun ini ya.”
Kedengarannya sangat wajar.
Tapi secara pribadi saya tidak akan terburu-buru mengirim balik, terutama jika mereka meminta agar dikirim ke rekening bank lain.
Alasannya sangat sederhana:
🔹 Transaksi P2P awal adalah satu transaksi.
🔹 Dana yang saya kembalikan adalah transaksi yang benar-benar baru.
🔹 Jika rekening penerima tidak terkait langsung dengan order, penjelasan sumber transaksi setelah itu bisa jadi rumit.
Karena itu, prinsip saya adalah:
Jumlah tidak sesuai → BERHENTI.
Sebelum memproses, saya akan memeriksa:
✅ Apakah jumlah yang benar-benar diterima sesuai dengan order P2P?
✅ Apakah nama/informasi pengirim cocok?
✅ Apakah dana tersebut benar-benar berkaitan dengan order?
✅ Apakah ada yang meminta saya mentransfer ke rekening lain?
Jika ada hal yang tidak beres, saya tidak akan mengatasinya sendiri dengan membuat transaksi baru.
Sebagai gantinya, saya simpan Order ID, riwayat pembayaran, dan seluruh percakapan, lalu gunakan untuk mengajukan komplain/dukungan resmi guna verifikasi.
Hal paling berbahaya kadang bukanlah jumlah yang salah transfer.
Melainkan rasa harus menyelesaikannya secepat mungkin.
Dalam P2P, saya lebih memilih menunggu beberapa menit untuk verifikasi daripada bertindak cepat sehingga membuat transaksi tambahan yang lebih sulit dijelaskan.
Transfer lebih = Tangguhkan.
Permintaan mengembalikan ke akun lain = Berhenti dan verifikasi.
Jangan mengurus sendiri di luar prosedur order.
P2P tidak hanya butuh kecepatan. #BinanceP2PAnToan adalah yang nomor 1. @Binance Vietnam
