Juspit5 memasang dua chart BTC mingguan di TradingView, jadi kalau dilihat berdampingan memang menarik.

Yang pertama dikirim pada 22 Maret, saat BTC berada di $84.127 dengan return mingguan +1,83%. Yang kedua dikirim pada 2 Februari, di $69.467,05 dengan return mingguan -4,09%. Jaraknya kurang dari dua bulan; harga naik dari 6,9万 ke 8,4万, tapi kedua chart memakai kerangka yang sama. Ada satu garis tren kenaikan jangka panjang yang memanjang dari dasar pasar beruang 2022, dengan area 70k-80k di bagian bawah diberi label BUY ZONE.

Cara memberi labelnya sangat jelas. Garis tren ini “menangani” BTC selama empat tahun penuh; setiap kali harga turun kembali mendekati garis tersebut, itu adalah posisi masuk yang disukai para teknikal. Bagian 70k-80k adalah zona resonansi antara garis tren dan support mingguan yang penting, jadi ditandai dengan kotak oranye.

Yang justru layak dipikirkan adalah perbedaan sikap di antara kedua chart tersebut. Pada awal Februari, harga baru saja menembus bagian atas BUY ZONE (69k sudah berada di rentang 70k). Penulis jelas sedang menekankan “seharusnya dibeli”. Pada chart bulan Maret, harga sudah keluar dari BUY ZONE lalu naik hingga 84k, tapi kotak BUY ZONE masih dibiarkan—artinya penulis sudah lebih dulu menggambar area masuk berikutnya.

Beberapa poin dari sisi trading. Dengan syarat garis tren tidak jebol, pullback ke area 70k-80k adalah peluang untuk masuk secara bertahap. Namun gelombang kenaikan dari 49k ke 126k sudah naik lebih dari 150%; mengejar dari atas akan membuat rasio untung-rugi semakin memburuk. Nilai sebenarnya dari BUY ZONE adalah pada saat menunggu pullback, bukan menyerbu langsung di posisi 84k.

Variabel kunci lainnya adalah waktu. Dalam sejarah, setiap kali BTC selesai melakukan halving, dalam 12-18 bulan berikutnya biasanya masuk ke fase bull run utama. Jika halving 2024 dipakai sebagai acuan, puncak siklus kali ini kemungkinan terjadi di akhir 2025 hingga pertengahan 2026. Dengan BUY ZONE ditandai di 70k-80k, secara tidak langsung penulis memperkirakan pullback akan kembali ke rentang itu sebelum memulai gelombang berikutnya.

Kalau kedua chart dilihat bersama, intinya hanya satu pertanyaan: apakah perlu menunggu pullback dulu baru masuk? Dari sudut pandang manajemen posisi, masuk setelah pullback jelas lebih nyaman dibanding mengejar harga tinggi. Masalahnya: apakah pullback itu benar-benar akan datang.