#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Dulu saya mengira verifikasi identitas di Binance P2P itu sederhana.
Setelah saya menyelesaikan KYC, Binance tahu siapa saya. Di kepala saya, itu berarti verifikasi pada dasarnya sudah selesai.
Lalu saya menemukan Additional Verification di dalam sebuah pesanan P2P.
Detail itu sempat mengganggu saya.
Kalau identitas saya sudah diverifikasi di level akun, lalu apa lagi yang sebenarnya perlu diverifikasi di dalam satu transaksi tertentu?
Semakin saya melihatnya, semakin saya menyadari bahwa saya telah memperlakukan dua pertanyaan berbeda seolah-olah itu hal yang sama.
KYC menetapkan siapa saya sebagai pengguna Binance. Additional Verification bisa menanyakan apakah identitas tersebut cukup untuk syarat transaksi khusus ini.
Identitas saya tidak berubah di antara dua momen itu.
Kontekslah yang berubah.
Perbedaan itu membuat kata "verified" terasa tidak sesederhana sekadar hitam-putih. Seorang pengguna bisa saja sudah memiliki identitas yang mapan, sementara transaksi tertentu masih memerlukan lebih banyak konteks sebelum pihak lain merasa nyaman untuk melanjutkan.
Jadi Additional Verification tidak menarik bagi saya karena menambahkan cek lain. Itu menarik karena menunjukkan bahwa identitas dan kelayakan (eligibility) bukanlah hal yang sama.
Satu bisa tetap stabil sementara yang lain berubah tergantung konteks.
Itu juga mengubah cara saya membaca verifikasi P2P secara lebih luas. Sekarang saya tidak lagi menganggapnya sebagai satu gerbang tunggal yang secara permanen menjawab setiap pertanyaan di masa depan tentang seorang pengguna. Kadang verifikasi menetapkan orangnya. Kadang transaksi menanyakan apakah identitas yang sudah ditetapkan itu cukup di sini.
Karena itu, saya tetap menempatkan verifikasi apa pun seperti itu di dalam alur resmi Binance P2P dan membaca ketentuan pesanan sebelum melanjutkan.
Inti yang lebih dalam bagi saya sebenarnya lebih sederhana.
Semakin saya melihat Additional Verification, semakin "verified" terasa bukan seperti kondisi akhir. Identitas bisa tetap sama sementara konteks yang menentukan apa yang cukup terus berubah. $XAU
Dulu saya mengira verifikasi identitas di Binance P2P itu sederhana.
Setelah saya menyelesaikan KYC, Binance tahu siapa saya. Di kepala saya, itu berarti verifikasi pada dasarnya sudah selesai.
Lalu saya menemukan Additional Verification di dalam sebuah pesanan P2P.
Detail itu sempat mengganggu saya.
Kalau identitas saya sudah diverifikasi di level akun, lalu apa lagi yang sebenarnya perlu diverifikasi di dalam satu transaksi tertentu?
Semakin saya melihatnya, semakin saya menyadari bahwa saya telah memperlakukan dua pertanyaan berbeda seolah-olah itu hal yang sama.
KYC menetapkan siapa saya sebagai pengguna Binance. Additional Verification bisa menanyakan apakah identitas tersebut cukup untuk syarat transaksi khusus ini.
Identitas saya tidak berubah di antara dua momen itu.
Kontekslah yang berubah.
Perbedaan itu membuat kata "verified" terasa tidak sesederhana sekadar hitam-putih. Seorang pengguna bisa saja sudah memiliki identitas yang mapan, sementara transaksi tertentu masih memerlukan lebih banyak konteks sebelum pihak lain merasa nyaman untuk melanjutkan.
Jadi Additional Verification tidak menarik bagi saya karena menambahkan cek lain. Itu menarik karena menunjukkan bahwa identitas dan kelayakan (eligibility) bukanlah hal yang sama.
Satu bisa tetap stabil sementara yang lain berubah tergantung konteks.
Itu juga mengubah cara saya membaca verifikasi P2P secara lebih luas. Sekarang saya tidak lagi menganggapnya sebagai satu gerbang tunggal yang secara permanen menjawab setiap pertanyaan di masa depan tentang seorang pengguna. Kadang verifikasi menetapkan orangnya. Kadang transaksi menanyakan apakah identitas yang sudah ditetapkan itu cukup di sini.
Karena itu, saya tetap menempatkan verifikasi apa pun seperti itu di dalam alur resmi Binance P2P dan membaca ketentuan pesanan sebelum melanjutkan.
Inti yang lebih dalam bagi saya sebenarnya lebih sederhana.
Semakin saya melihat Additional Verification, semakin "verified" terasa bukan seperti kondisi akhir. Identitas bisa tetap sama sementara konteks yang menentukan apa yang cukup terus berubah. $XAU