Arthur Hayes: Kerja sama AS-Jepang “memanipulasi” nilai tukar akan melepas likuiditas dolar, atau mendorong Bitcoin melonjak tajam
Pada 11 Agustus, pendiri sekaligus co-founder BitMEX Arthur Hayes dalam artikel terbarunya yang berjudul “Guncangan Yen” melontarkan prediksi berani. Ia menyebut bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent sedang merencanakan “manipulasi” kurs dolar terhadap yen secara tidak langsung untuk “menghidupkan kembali pencetakan uang”, yang kemudian dapat menjadi katalis untuk lonjakan besar berikutnya pada Bitcoin.
Menurut Hayes, yen jelas merupakan salah satu mata uang utama yang paling undervalued saat ini. Untuk memecahkan kebuntuan ini, secara teori ada tiga jalur utama:
Pertama, Bank Sentral Jepang melancarkan kenaikan suku bunga yang agresif; kedua, pemerintah Jepang mendorong lembaga-lembaga publik untuk melepas aset asing; ketiga, Kementerian Keuangan Jepang melakukan buyback atas surat utang AS yang dimilikinya di Federal Reserve untuk memperoleh dolar, lalu kemudian menjual dolar dan membeli yen untuk menopang mata uangnya.
Hayes secara khusus menyoroti bahwa dua minggu lalu, AS dan Jepang telah melakukan intervensi nilai tukar secara bersama-sama. Selain itu, Bessent juga telah menyatakan dengan jelas bahwa ia berharap Federal Reserve menaikkan batasan counterpart untuk instrumen buyback FIMA (Fasilitas Pembelian Kembali untuk Otoritas Moneter Asing dan Internasional).
Analisis menilai bahwa skema batasan ini pada dasarnya merupakan bentuk terselubung “melancarkan likuiditas”, yang akan menyebabkan lonjakan likuiditas dolar di pasar. Karena likuiditas berkorelasi positif dengan harga Bitcoin, langkah ini berpotensi menguntungkan pasar kripto.
Saat ini, pemerintah Jepang dan dana investasi pensiun pemerintah Jepang (GPIF) secara kumulatif memegang sekitar 1,37 triliun dolar AS dalam bentuk surat utang AS. Namun, karena “jaminan damai AS” menjaga keamanan nasional Jepang, perusahaan-perusahaan Jepang tidak bisa dengan bebas menjual aset surat utang AS yang mereka miliki.
Dari sisi operasional, Hayes mengungkapkan bahwa kantor keluarga miliknya, Maelstrom, telah menempatkan porsi besar pada Bitcoin, serta memandang jangka panjang pasar Ethereum dan Ethena dengan optimistis.
Menurutnya, era yen yang melemah sudah berakhir, dan sinyal kebijakan dari pemerintahan Trump juga semakin jelas mengarah pada aset keuangan. Karena itu, ia menyarankan agar investor menunggu hingga Federal Reserve secara resmi mengumumkan perubahan aturan (setelah penyesuaian batas instrumen buyback FIMA), lalu bisa mengambil langkah berbarengan.
#美元流动性
Pada 11 Agustus, pendiri sekaligus co-founder BitMEX Arthur Hayes dalam artikel terbarunya yang berjudul “Guncangan Yen” melontarkan prediksi berani. Ia menyebut bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent sedang merencanakan “manipulasi” kurs dolar terhadap yen secara tidak langsung untuk “menghidupkan kembali pencetakan uang”, yang kemudian dapat menjadi katalis untuk lonjakan besar berikutnya pada Bitcoin.
Menurut Hayes, yen jelas merupakan salah satu mata uang utama yang paling undervalued saat ini. Untuk memecahkan kebuntuan ini, secara teori ada tiga jalur utama:
Pertama, Bank Sentral Jepang melancarkan kenaikan suku bunga yang agresif; kedua, pemerintah Jepang mendorong lembaga-lembaga publik untuk melepas aset asing; ketiga, Kementerian Keuangan Jepang melakukan buyback atas surat utang AS yang dimilikinya di Federal Reserve untuk memperoleh dolar, lalu kemudian menjual dolar dan membeli yen untuk menopang mata uangnya.
Hayes secara khusus menyoroti bahwa dua minggu lalu, AS dan Jepang telah melakukan intervensi nilai tukar secara bersama-sama. Selain itu, Bessent juga telah menyatakan dengan jelas bahwa ia berharap Federal Reserve menaikkan batasan counterpart untuk instrumen buyback FIMA (Fasilitas Pembelian Kembali untuk Otoritas Moneter Asing dan Internasional).
Analisis menilai bahwa skema batasan ini pada dasarnya merupakan bentuk terselubung “melancarkan likuiditas”, yang akan menyebabkan lonjakan likuiditas dolar di pasar. Karena likuiditas berkorelasi positif dengan harga Bitcoin, langkah ini berpotensi menguntungkan pasar kripto.
Saat ini, pemerintah Jepang dan dana investasi pensiun pemerintah Jepang (GPIF) secara kumulatif memegang sekitar 1,37 triliun dolar AS dalam bentuk surat utang AS. Namun, karena “jaminan damai AS” menjaga keamanan nasional Jepang, perusahaan-perusahaan Jepang tidak bisa dengan bebas menjual aset surat utang AS yang mereka miliki.
Dari sisi operasional, Hayes mengungkapkan bahwa kantor keluarga miliknya, Maelstrom, telah menempatkan porsi besar pada Bitcoin, serta memandang jangka panjang pasar Ethereum dan Ethena dengan optimistis.
Menurutnya, era yen yang melemah sudah berakhir, dan sinyal kebijakan dari pemerintahan Trump juga semakin jelas mengarah pada aset keuangan. Karena itu, ia menyarankan agar investor menunggu hingga Federal Reserve secara resmi mengumumkan perubahan aturan (setelah penyesuaian batas instrumen buyback FIMA), lalu bisa mengambil langkah berbarengan.
#美元流动性




