🇺🇸 LANGKAH BESAR DI BALIK LAYAR DI KEMENTERIAN KEUANGAN AS
Menteri Keuangan Scott Bessent tampaknya mengirim pesan yang jelas kepada pasar obligasi: jangan biarkan biaya pinjaman AS jangka panjang melesat tanpa kendali.
Menurut laporan Bloomberg, Wall Street menghubungkan beberapa langkah terbaru oleh Bessent sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga imbal hasil (yield) Treasury tetap terkendali.
AS baru-baru ini bergabung dengan Jepang dalam mendukung yen—sebuah langkah yang tidak biasa dan juga bisa membantu mengurangi risiko Jepang menjual dalam jumlah besar surat utang (Treasuries) AS untuk mendapatkan dolar. Jepang adalah pemegang terbesar asing utang pemerintah AS, sehingga penjualan besar dapat memberi tekanan lebih pada harga Treasury dan mendorong yield naik.
Bessent juga mendorong penggunaan fasilitas repo FIMA milik The Fed secara lebih besar, yang bisa memungkinkan Jepang mendapatkan dolar dengan menjadikan kepemilikan Treasury sebagai jaminan, alih-alih menjual obligasi-obligasi tersebut ke pasar.
Dan ada sinyal penting lainnya: panduan Treasury mengenai penjualan obligasi di masa depan.
Pasar terus mengamati apakah pemerintah akan terus mengatakan bahwa pihaknya tidak mengharapkan peningkatan ukuran lelang obligasi dan surat utang jangka panjang untuk beberapa kuartal ke depan. Menjaga pasokan utang jangka panjang baru tetap terkendali dapat membantu mencegah lonjakan yield yang tajam lainnya.
Jika semua ini digabungkan, Wall Street melihat adanya pola.
Dukung yen. Kurangi risiko penjualan paksa Treasury. Kelola pasokan obligasi pemerintah baru. Cegah yield jangka panjang meledak naik.
Namun, tidak ada jaminan bahwa yield akan turun—pasar, inflasi, kebutuhan pinjaman pemerintah, dan kebijakan Federal Reserve tetap sangat berpengaruh.
Tapi satu hal mulai jelas: pasar obligasi kini mendapat perhatian penuh dari Washington.
Dan ketika Treasury AS mulai menggerakkan beberapa keping sekaligus, para investor pun memperhatikan. 👀
$BMT
$TUT
$MUBARAK
Menteri Keuangan Scott Bessent tampaknya mengirim pesan yang jelas kepada pasar obligasi: jangan biarkan biaya pinjaman AS jangka panjang melesat tanpa kendali.
Menurut laporan Bloomberg, Wall Street menghubungkan beberapa langkah terbaru oleh Bessent sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga imbal hasil (yield) Treasury tetap terkendali.
AS baru-baru ini bergabung dengan Jepang dalam mendukung yen—sebuah langkah yang tidak biasa dan juga bisa membantu mengurangi risiko Jepang menjual dalam jumlah besar surat utang (Treasuries) AS untuk mendapatkan dolar. Jepang adalah pemegang terbesar asing utang pemerintah AS, sehingga penjualan besar dapat memberi tekanan lebih pada harga Treasury dan mendorong yield naik.
Bessent juga mendorong penggunaan fasilitas repo FIMA milik The Fed secara lebih besar, yang bisa memungkinkan Jepang mendapatkan dolar dengan menjadikan kepemilikan Treasury sebagai jaminan, alih-alih menjual obligasi-obligasi tersebut ke pasar.
Dan ada sinyal penting lainnya: panduan Treasury mengenai penjualan obligasi di masa depan.
Pasar terus mengamati apakah pemerintah akan terus mengatakan bahwa pihaknya tidak mengharapkan peningkatan ukuran lelang obligasi dan surat utang jangka panjang untuk beberapa kuartal ke depan. Menjaga pasokan utang jangka panjang baru tetap terkendali dapat membantu mencegah lonjakan yield yang tajam lainnya.
Jika semua ini digabungkan, Wall Street melihat adanya pola.
Dukung yen. Kurangi risiko penjualan paksa Treasury. Kelola pasokan obligasi pemerintah baru. Cegah yield jangka panjang meledak naik.
Namun, tidak ada jaminan bahwa yield akan turun—pasar, inflasi, kebutuhan pinjaman pemerintah, dan kebijakan Federal Reserve tetap sangat berpengaruh.
Tapi satu hal mulai jelas: pasar obligasi kini mendapat perhatian penuh dari Washington.
Dan ketika Treasury AS mulai menggerakkan beberapa keping sekaligus, para investor pun memperhatikan. 👀
$BMT
$TUT
$MUBARAK
