Saya menemukan sebuah kasus P2P yang cukup mengganggu: seorang buyer yang sama membuat dua order yang hampir identik, berjarak sekitar 10 menit, dan dengan jumlah uang yang sama.

Order pertama dibayar dengan normal. Pada order kedua, seller sedang memproses banyak transaksi sekaligus, membuka aplikasi bank dan melihat tepat satu transaksi dengan nama yang sama, jumlahnya juga sama. Karena semuanya terlihat cocok, seller pun melanjutkan untuk melepaskan.

Baru kemudian diketahui bahwa transaksi yang barusan dilihat itu sebenarnya adalah pembayaran untuk order pertama.

Hal yang patut diperhatikan adalah kasus ini tidak memerlukan screenshot palsu, tidak ada kesalahan nama, dan juga tidak ada kekurangan uang. Datanya semuanya benar—hanya saja ditempelkan ke order yang salah.

Dari situ saya menyadari bahwa “uang sudah masuk” saja tidak cukup saat memproses banyak perintah sekaligus. Sebelum release, payment harus benar-benar cocok dengan order yang tepat berdasarkan: waktu transfer, jumlah, pengirim, transaction reference, dan Order ID. Jika dua transaksi begitu mirip sampai tidak bisa dipastikan dengan pencocokan yang pasti, kripto masih harus tetap berada di escrow; saya lebih memilih berhenti dulu dan menggunakan chat/Appeal daripada menebak.

Binance juga meminta video bukti saat Appeal: bukti harus menunjukkan riwayat transaksi di sekitar waktu terjadinya order P2P, bukan hanya satu receipt yang berdiri sendiri. Itu cukup masuk akal: bukti yang baik tidak hanya membuktikan “ada satu transaksi”.

Bukti tersebut harus menunjukkan transaksi uang itu milik yang mana, dari transaksi yang mana.

Dua order bisa saja sama persis sampai angka terakhir. Tetapi timeline tidak.

#binancep2pantoan @Binance Vietnam
$BMT - $TUT - $MUBARAK