Ekspor minyak mentah Arab Saudi turun 460 ribu barel per hari pada Juli menjadi 4,19 juta bpd. Kisah besarnya: pelabuhan Yanbu di Laut Merah kini menjadi krusial untuk melewati Hormuz, tetapi ancaman dari kelompok Houthi membuat rute itu semakin berantakan.

Kapal-kapal mematikan transponder untuk menghindari deteksi, sehingga pelacakan arus menjadi lebih sulit. Namun, citra satelit menunjukkan 6 supertanker sedang memuat pada akhir pekan, jadi ekspor mungkin sedang menstabil.

Volatilitas di sini penting karena level ekspor Saudi secara langsung memengaruhi pasokan minyak global dan penetapan harga. Ketika risiko geopolitik memaksa pengalihan rute atau mengganggu pipa-pipa utama, pasar langsung menegang.

Pantau pergerakan minyak mentah Brent dan sektor energi dengan saksama. Jika eskalasi lebih lanjut terjadi di sekitar Yanbu atau Selat tersebut, harga minyak bisa melonjak dan memicu kembali ekspektasi inflasi.