#binancep2pantoan @Binance Vietnam
Saya pernah berpikir transaksi P2P berkali-kali sampai-sampai tidak ada lagi yang bisa dipelajari—sampai suatu hari saya membeli ETH dari sebuah akun yang benar-benar baru, belum punya riwayat transaksi.
Karena tergiur harga yang sedikit lebih baik dari pasaran, saya mengabaikan langkah mengecek profil. Setelah transfer dilakukan, saya menunggu lama, tetapi penjual tidak membalas di chat. Hampir 10 menit kemudian ia baru mengirim pesan: "Tunggu sebentar, lagi sibuk. Tapi lain kali transaksi langsung lewat Zalo saja biar cepat, nggak perlu pakai aplikasi yang kena biaya." Saya langsung curiga—permintaan untuk bertransaksi di luar platform utama adalah red flag terbesar yang selama ini hanya saya baca, belum pernah benar-benar menemui.
Saya menolak tegas, bersikeras agar semua percakapan tetap di chat Binance, sekaligus mengambil tangkapan layar seluruh riwayat chat dan kode pesanan sebagai pegangan. Beberapa menit kemudian orang ini tiba-tiba menghilang, tidak membalas lagi. Saya langsung mengajukan pengaduan, melampirkan semua bukti yang sudah saya simpan, dan Bantuan Binance kemudian memproses pengembalian dana untuk saya.
Pelajaran paling saya ingat: profil yang belum memiliki riwayat tidak berarti buruk, tetapi justru itu alasan bagi saya untuk lebih berhati-hati—bukan untuk melewati langkah verifikasi. Dan setiap ajakan "keluar dari aplikasi biar praktis" seharusnya menjadi sinyal untuk berhenti dan langsung waspada.
Saya pernah berpikir transaksi P2P berkali-kali sampai-sampai tidak ada lagi yang bisa dipelajari—sampai suatu hari saya membeli ETH dari sebuah akun yang benar-benar baru, belum punya riwayat transaksi.
Karena tergiur harga yang sedikit lebih baik dari pasaran, saya mengabaikan langkah mengecek profil. Setelah transfer dilakukan, saya menunggu lama, tetapi penjual tidak membalas di chat. Hampir 10 menit kemudian ia baru mengirim pesan: "Tunggu sebentar, lagi sibuk. Tapi lain kali transaksi langsung lewat Zalo saja biar cepat, nggak perlu pakai aplikasi yang kena biaya." Saya langsung curiga—permintaan untuk bertransaksi di luar platform utama adalah red flag terbesar yang selama ini hanya saya baca, belum pernah benar-benar menemui.
Saya menolak tegas, bersikeras agar semua percakapan tetap di chat Binance, sekaligus mengambil tangkapan layar seluruh riwayat chat dan kode pesanan sebagai pegangan. Beberapa menit kemudian orang ini tiba-tiba menghilang, tidak membalas lagi. Saya langsung mengajukan pengaduan, melampirkan semua bukti yang sudah saya simpan, dan Bantuan Binance kemudian memproses pengembalian dana untuk saya.
Pelajaran paling saya ingat: profil yang belum memiliki riwayat tidak berarti buruk, tetapi justru itu alasan bagi saya untuk lebih berhati-hati—bukan untuk melewati langkah verifikasi. Dan setiap ajakan "keluar dari aplikasi biar praktis" seharusnya menjadi sinyal untuk berhenti dan langsung waspada.