#binancep2pantoan
@Binance Vietnam

Cara Umum Penipuan P2P & Risiko yang Sering Terjadi
Meskipun platform memiliki Escrow, risiko sering kali muncul dari perilaku penipuan di luar sistem atau penipuan keuangan perbankan:
A. Risiko bagi PENJUAL (Menjual Crypto dengan imbalan VND)
1. Penipuan Bukti Pembayaran Palsu (Fake Payment Proof): Pelaku mengambil screenshot pemindahan uang palsu atau mengirim SMS yang menyamar sebagai bank untuk memberi tahu “uang telah diterima”. Mereka mendesak Anda untuk menekan “Pembayaran telah diterima” (Release Crypto).
2. “Uang Kotor” & Pembekuan Rekening Bank (segitiga / Scam pencucian uang): Orang jahat menggunakan rekening yang diretas atau uang dari kasus penipuan lain untuk mentransfer kepada Anda. Beberapa hari kemudian, korban melaporkan ke polisi/bank, sehingga rekening bank Anda diblokir untuk kepentingan penyelidikan.
3. Pembayaran melalui Pihak Ketiga (Third-party Payment): Nama pengirim di aplikasi bank tidak sama dengan nama KYC di Binance. Pihak lawan kemudian dapat mengajukan komplain ke bank bahwa itu “terlanjur transfer” untuk meminta uang dikembalikan.
4. Chargeback (Batalkan transaksi / Pengembalian dana): Menggunakan metode pembayaran yang memungkinkan transaksi dibalik (seperti Paypal, kartu kredit...) untuk menarik kembali uang setelah koin sudah diterima.
B. Risiko bagi PEMBELI (Mengubah VND menjadi Crypto)
1. Membujuk membatalkan pesanan setelah Anda mentransfer uang: Penjual beralasan “jaringan error”, “sistem macet” agar Anda menekan “Batalkan pesanan”, lalu mereka akan mengembalikan uang di luar. Saat Anda membatalkan pesanan, dana jaminan Binance terbuka dan penjual kabur membawa uang.
2. Memalsukan Customer Service (Fake CSKH): Pelaku mengirim pesan lewat Zalo/Telegram atau nomor telepon, menyamar sebagai “CSKH Binance” dan meminta Anda memberikan OTP, kata sandi, atau mentransfer uang tambahan untuk pencairan dana.
3. Membujuk melakukan transaksi di luar platform (Off-platform trading)#BinanceP2PAnToan