Awalnya saya mengira jual coin lewat P2P hanya perlu jual saat harganya tinggi, dan beli saat harganya rendah, agar aset bisa dioptimalkan.
Pada hari Senin, saya melakukan cashout sebesar 5.000 USDT dari akun Binance ke rekening bank untuk disimpan. Setelah menelusuri sedikit, saya menemukan sebuah iklan yang cukup cocok dengan jumlah yang ingin saya jual. Saya pikir simpel saja: jumlahnya besar, selisih beberapa poin harga pun berarti ada tambahan pemasukan. Dan seperti setiap kali cashout sebelumnya, saya memeriksa detail order—kali ini karena jumlahnya banyak, jadi saya melihat dengan saksama profil pembeli, tidak sekadar sekilas.
Ternyata mengejutkan: profil ini hanya memiliki 200 transaksi, tingkat penyelesaian 90%, dan waktu aktivitasnya pun belum lama. Saya melihat lagi satu putaran, dan ternyata profil para pembeli lainnya sama sekali berbeda. Saya duduk terpikir: banyak profil dengan harga bagus seperti ini, tapi kenapa orang yang melakukan transaksi justru sedikit?
Saya harus membaca ulang lagi proses serta peringatan dari Binance. Ternyata informasi pada profil seperti KYC, jumlah transaksi, tingkat penyelesaian, dan waktu aktivitas semuanya adalah data untuk menilai pembeli sebelum melakukan transaksi.
Sekarang saya tidak lagi hanya memilih harga tinggi untuk mengoptimalkan jumlah yang akan saya terima. Saya mulai memilih juga satu hal tambahan: tingkat rasa tenang saat bertransaksi.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk memasang order jual dengan harga yang sedikit lebih rendah, tetapi profilnya cukup bagus. Order berikutnya langsung berhasil diselesaikan.
Mungkin cashout kali ini membuat saya menyadari sesuatu: dalam transaksi P2P, hanya memilih harga yang bagus itu belum cukup. Profil pembeli juga menjadi kriteria yang saya prioritaskan sebelum transaksi.
Bagi saya, mengoptimalkan aset itu penting, tapi keselamatan tetap yang utama.
@Binance Vietnam
#BinanceP2PAnToan
Pada hari Senin, saya melakukan cashout sebesar 5.000 USDT dari akun Binance ke rekening bank untuk disimpan. Setelah menelusuri sedikit, saya menemukan sebuah iklan yang cukup cocok dengan jumlah yang ingin saya jual. Saya pikir simpel saja: jumlahnya besar, selisih beberapa poin harga pun berarti ada tambahan pemasukan. Dan seperti setiap kali cashout sebelumnya, saya memeriksa detail order—kali ini karena jumlahnya banyak, jadi saya melihat dengan saksama profil pembeli, tidak sekadar sekilas.
Ternyata mengejutkan: profil ini hanya memiliki 200 transaksi, tingkat penyelesaian 90%, dan waktu aktivitasnya pun belum lama. Saya melihat lagi satu putaran, dan ternyata profil para pembeli lainnya sama sekali berbeda. Saya duduk terpikir: banyak profil dengan harga bagus seperti ini, tapi kenapa orang yang melakukan transaksi justru sedikit?
Saya harus membaca ulang lagi proses serta peringatan dari Binance. Ternyata informasi pada profil seperti KYC, jumlah transaksi, tingkat penyelesaian, dan waktu aktivitas semuanya adalah data untuk menilai pembeli sebelum melakukan transaksi.
Sekarang saya tidak lagi hanya memilih harga tinggi untuk mengoptimalkan jumlah yang akan saya terima. Saya mulai memilih juga satu hal tambahan: tingkat rasa tenang saat bertransaksi.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk memasang order jual dengan harga yang sedikit lebih rendah, tetapi profilnya cukup bagus. Order berikutnya langsung berhasil diselesaikan.
Mungkin cashout kali ini membuat saya menyadari sesuatu: dalam transaksi P2P, hanya memilih harga yang bagus itu belum cukup. Profil pembeli juga menjadi kriteria yang saya prioritaskan sebelum transaksi.
Bagi saya, mengoptimalkan aset itu penting, tapi keselamatan tetap yang utama.
@Binance Vietnam
#BinanceP2PAnToan