Dulu saya sering berpikir keamanan dalam P2P terutama terletak pada memilih orang yang tepat untuk melakukan transaksi. Saya melihat riwayat, tingkat penyelesaian, dan cara pihak lawan berkomunikasi, tetapi saya melewatkan lapisan yang lebih penting.

Saat membaca dokumen Binance P2P dengan lebih saksama, saya berhenti pada bagaimana Escrow menyimpan kripto milik penjual selama proses transaksi. Aset tidak langsung dipindahkan ke pembeli hanya karena kedua pihak sudah saling menyetujui.

Awalnya saya mengira Escrow hanya sekadar tempat untuk menahan koin sementara, lalu saya menyadari bahwa pemahaman itu belum cukup.

Pembeli tetap harus melakukan pembayaran. Penjual tetap harus memeriksa bahwa uang yang benar-benar diterima sudah sesuai sebelum me-release kripto. Jika ada masalah, transaksi masih memiliki mekanisme appeal agar Binance dapat meninjau bukti.

Dari sudut pandang saat ini, Escrow tidak membuat pihak lawan menjadi lebih dapat dipercaya, melainkan justru menurunkan tingkat kepercayaan yang diperlukan—padahal kepercayaan itu harus sudah ada sejak awal transaksi.

Mungkin inilah titik yang perlu dipikirkan. Sistem tidak menghapus risiko atau menggantikan tanggung jawab pengguna; sistem hanya menempatkan aset pada kondisi perantara sebelum persyaratan transaksi terpenuhi.
Saya masih bertanya-tanya: dalam P2P, hal terpenting adalah benar-benar percaya pada orang yang tepat, atau merancang proses yang membuat kepercayaan pada orang menjadi kurang begitu krusial?
#binancep2pantoan @Binance Vietnam