Dulu saya berpikir sederhana: koin yang sudah masuk ke escrow hampir tidak mungkin hilang uangnya di Binance P2P. Mekanisme otomatis mengurus bagian yang sulit; saya hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang ditampilkan di layar.
Sampai suatu kali saya menjual USDT, ada detail yang membuat saya terdiam. Pembeli mengirim tangkapan layar yang katanya pembayaran sudah ditransfer, lalu mendesak saya untuk segera me-release karena sedang terburu-buru untuk bekerja. Saya tidak lagi membaca panduan, hanya menatap situasi yang ada di depan saya.
Buka aplikasi bank, ternyata tidak ada saldo apa pun. Tangkapan layar bisa dibuat dalam satu menit, sedangkan saldo asli di rekening tidak bisa dipalsukan oleh siapa pun.
Tapi tunggu dulu, masalahnya bukan karena escrow tidak bekerja sebagaimana mestinya. Koin tetap terkunci persis sesuai desain; selama tidak di-release, tidak akan hilang. Yang membuat saya rugi—kalau memang—adalah tindakan saya sendiri yang menekan release sebelum memeriksa.
Saya tidak mengatakan bahwa mekanisme perlindungan Binance di sini punya celah. Sistem itu tetap melakukan tugasnya dengan benar. Pertanyaannya yang sebenarnya: apakah saya punya disiplin untuk selalu memeriksa sebelum melakukan langkah terakhir?
Itu seperti kunci pintu rumah. Seberapa bagus pun kuncinya tidak berarti apa-apa jika kita sendiri membuka pintu untuk orang asing hanya karena mereka mengucapkan beberapa kalimat yang terdengar masuk akal.
Di lain waktu, pihak lawan mengubah nomor rekening tujuan transfer di tengah jalan, dengan alasan rekening lama sedang error. Nama pada nomor baru tidak cocok dengan nama pada pesanan. Saya berhenti, tidak melakukan transfer, dan langsung mengajukan sengketa di dalam aplikasi. Rincian-rincian kecil seperti itu—kalau diabaikan—barulah titik ketika sistem tidak bisa menyelamatkan kita.
Jadi, apa yang benar-benar menentukan transaksi P2P yang aman: mekanisme escrow di balik layar, atau apakah pengguna berhenti untuk memeriksa sebelum setiap kali menekan?
#binancep2pantoan @Binance Vietnam