Saya hampir saja “terjebak” karena pesan yang mendesak di P2P, dan pelajaran itu mengubah sepenuhnya cara saya bertransaksi.
Hari itu saya sedang menjual sejumlah USDT. Begitu pesanan selesai ter-match, pihak lawan terus-menerus mengirim pesan yang mendesak: “Sayang, tolong lepas coin cepat ya, aku lagi ada urusan mendesak, aku sudah transfer uangnya.” Disertai juga dengan sebuah tangkapan layar struk yang tampak blur, samar, dan seperti tidak jelas.
Kedengarannya sangat mendesak, tapi kebiasaan hati-hati membuat saya tidak langsung terpancing. Saya berhenti beberapa detik dan memeriksa ulang lapisan perlindungan yang disediakan Binance P2P:
🔒 Escrow (Kuat kuasa): Kripto saya sedang dikunci oleh sistem. Transaksinya memiliki batas waktu yang jelas, jadi saya tidak perlu terburu-buru mengikuti ritme orang lain.
🛡️ Informasi pihak lawan: Setelah diteliti lebih saksama, nama pengirim pada “struk” itu sama sekali tidak cocok dengan nama asli yang telah diverifikasi di akun Binance mereka. Ini adalah Red Flag (tanda bahaya) yang sangat serius!
💬 Chat di dalam pesanan: Saya sama sekali tidak menambahkan teman di Zalo atau Telegram seperti yang mereka sarankan, dan menjaga semua percakapan di dalam chat pesanan agar dapat dijadikan bukti.
Sejak saat itu, prinsip hidup saya adalah:
Screenshot bukanlah uang. Pesan SMS yang memberi tahu perubahan saldo juga bisa saja palsu.
Kalau belum secara langsung membuka aplikasi bank untuk mengecek sampai terbukti uangnya masuk—>> Jangan sekali-kali Release Crypto.
Jika muncul tanda-tanda seperti desakan, permintaan mengubah informasi pembayaran, atau ajakan transaksi di luar platform, cara terbaik adalah menunda dulu. Simpan Order ID, riwayat chat, lalu tekan tombol Banding (Appeal). Jangan terbawa emosi oleh pihak lawan; biarkan Binance Support 24/7 menyelesaikan untuk Anda.
#BinanceP2PAnToan @Binance Vietnam #Creatorpadvn
Hari itu saya sedang menjual sejumlah USDT. Begitu pesanan selesai ter-match, pihak lawan terus-menerus mengirim pesan yang mendesak: “Sayang, tolong lepas coin cepat ya, aku lagi ada urusan mendesak, aku sudah transfer uangnya.” Disertai juga dengan sebuah tangkapan layar struk yang tampak blur, samar, dan seperti tidak jelas.
Kedengarannya sangat mendesak, tapi kebiasaan hati-hati membuat saya tidak langsung terpancing. Saya berhenti beberapa detik dan memeriksa ulang lapisan perlindungan yang disediakan Binance P2P:
🔒 Escrow (Kuat kuasa): Kripto saya sedang dikunci oleh sistem. Transaksinya memiliki batas waktu yang jelas, jadi saya tidak perlu terburu-buru mengikuti ritme orang lain.
🛡️ Informasi pihak lawan: Setelah diteliti lebih saksama, nama pengirim pada “struk” itu sama sekali tidak cocok dengan nama asli yang telah diverifikasi di akun Binance mereka. Ini adalah Red Flag (tanda bahaya) yang sangat serius!
💬 Chat di dalam pesanan: Saya sama sekali tidak menambahkan teman di Zalo atau Telegram seperti yang mereka sarankan, dan menjaga semua percakapan di dalam chat pesanan agar dapat dijadikan bukti.
Sejak saat itu, prinsip hidup saya adalah:
Screenshot bukanlah uang. Pesan SMS yang memberi tahu perubahan saldo juga bisa saja palsu.
Kalau belum secara langsung membuka aplikasi bank untuk mengecek sampai terbukti uangnya masuk—>> Jangan sekali-kali Release Crypto.
Jika muncul tanda-tanda seperti desakan, permintaan mengubah informasi pembayaran, atau ajakan transaksi di luar platform, cara terbaik adalah menunda dulu. Simpan Order ID, riwayat chat, lalu tekan tombol Banding (Appeal). Jangan terbawa emosi oleh pihak lawan; biarkan Binance Support 24/7 menyelesaikan untuk Anda.
#BinanceP2PAnToan @Binance Vietnam #Creatorpadvn