Isyarat hawkish dari The Fed memanas, bisakah pelemahan lapangan kerja mengalahkan inflasi?
Saat pekerjaan mendingin, apakah ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed bulan September meningkat?
Pasar kerja AS sedang melepaskan sinyal yang semakin jelas: ekonomi sedang melambat, tetapi belum terjadi perlambatan tajam.
Pada Juli, penyerapan kerja sektor swasta menurut ADP hanya bertambah 44.000, di bawah perkiraan pasar, dan menjadi level terlemah dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, jumlah permohonan tunjangan pengangguran awal masih bertahan di sekitar 200.000, tanpa tanda memburuk yang jelas.
Perusahaan mulai mengurangi perekrutan, tetapi belum melakukan pemutusan massal. Ini sebenarnya adalah kondisi yang paling ingin dilihat The Fed.
Dalam dua tahun terakhir, The Fed selalu khawatir pekerjaan yang terlalu kuat akan mendorong upah dan inflasi. Kini, ketika pasar tenaga kerja perlahan mendingin, justru memberi ruang untuk pemotongan suku bunga.
Saat ini, pasar kembali memfokuskan pada kemungkinan pemotongan suku bunga September. Logika utamanya telah bergeser: dari sekadar melihat data ketenagakerjaan, menjadi menilai apakah perlambatan pekerjaan dapat menekan inflasi.
Menurut saya, saat ini lebih mirip pendaratan lunak, bukan resesi.
Karena ketahanan ekonomi AS masih ada, data tunjangan pengangguran tetap sehat, dan perusahaan belum masuk ke siklus pemutusan massal. Selain itu, peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat membantu perusahaan menurunkan tekanan biaya.
Namun, ada juga risikonya.
Jika ke depan ketenagakerjaan memburuk dengan cepat, logika transaksi pasar dapat beralih: dari keuntungan akibat ekspektasi pemotongan suku bunga, menjadi kekhawatiran resesi.
Jadi, langkah terpenting ke depan ada dua hal:
Pertama, lihat apakah data kerja Nonfarm Payroll terus mendingin.
Kedua, lihat apakah CPI bisa terus mendekat ke target 2%.
Saat ini, ekspektasi pasar adalah skenario terbaik: ekonomi perlahan mendingin, inflasi terus turun, dan The Fed mulai menurunkan suku bunga.
Jika skenario ini terwujud, dolar AS berpotensi tertekan, imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat turun, dan saham teknologi serta pasar kripto berpeluang mendapat katalis baru.
Namun, jika terjadi perlambatan tajam pada pekerjaan secara tiba-tiba, sentimen pasar bisa dengan cepat berbalik.
Dalam beberapa minggu ke depan, data Nonfarm dan CPI akan menentukan bagaimana langkah The Fed pada September.
Bukan saran investasi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR).
#Jumlah permohonan tunjangan pengangguran awal AS tetap di bawah 200.000
Saat pekerjaan mendingin, apakah ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed bulan September meningkat?
Pasar kerja AS sedang melepaskan sinyal yang semakin jelas: ekonomi sedang melambat, tetapi belum terjadi perlambatan tajam.
Pada Juli, penyerapan kerja sektor swasta menurut ADP hanya bertambah 44.000, di bawah perkiraan pasar, dan menjadi level terlemah dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, jumlah permohonan tunjangan pengangguran awal masih bertahan di sekitar 200.000, tanpa tanda memburuk yang jelas.
Perusahaan mulai mengurangi perekrutan, tetapi belum melakukan pemutusan massal. Ini sebenarnya adalah kondisi yang paling ingin dilihat The Fed.
Dalam dua tahun terakhir, The Fed selalu khawatir pekerjaan yang terlalu kuat akan mendorong upah dan inflasi. Kini, ketika pasar tenaga kerja perlahan mendingin, justru memberi ruang untuk pemotongan suku bunga.
Saat ini, pasar kembali memfokuskan pada kemungkinan pemotongan suku bunga September. Logika utamanya telah bergeser: dari sekadar melihat data ketenagakerjaan, menjadi menilai apakah perlambatan pekerjaan dapat menekan inflasi.
Menurut saya, saat ini lebih mirip pendaratan lunak, bukan resesi.
Karena ketahanan ekonomi AS masih ada, data tunjangan pengangguran tetap sehat, dan perusahaan belum masuk ke siklus pemutusan massal. Selain itu, peningkatan produktivitas yang didorong AI juga dapat membantu perusahaan menurunkan tekanan biaya.
Namun, ada juga risikonya.
Jika ke depan ketenagakerjaan memburuk dengan cepat, logika transaksi pasar dapat beralih: dari keuntungan akibat ekspektasi pemotongan suku bunga, menjadi kekhawatiran resesi.
Jadi, langkah terpenting ke depan ada dua hal:
Pertama, lihat apakah data kerja Nonfarm Payroll terus mendingin.
Kedua, lihat apakah CPI bisa terus mendekat ke target 2%.
Saat ini, ekspektasi pasar adalah skenario terbaik: ekonomi perlahan mendingin, inflasi terus turun, dan The Fed mulai menurunkan suku bunga.
Jika skenario ini terwujud, dolar AS berpotensi tertekan, imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat turun, dan saham teknologi serta pasar kripto berpeluang mendapat katalis baru.
Namun, jika terjadi perlambatan tajam pada pekerjaan secara tiba-tiba, sentimen pasar bisa dengan cepat berbalik.
Dalam beberapa minggu ke depan, data Nonfarm dan CPI akan menentukan bagaimana langkah The Fed pada September.
Bukan saran investasi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR).
#Jumlah permohonan tunjangan pengangguran awal AS tetap di bawah 200.000
