Saya mengira “konversi 1:1” berarti secara harfiah tidak ada lagi yang perlu dipikirkan. Lalu saya menemukan angka desimal ke-9.
Saat pertama kali membaca bahwa saham yang memenuhi syarat dapat dikonversi menjadi bStocks yang sesuai dengan rasio 1:1 tanpa biaya konversi, mekanismenya terdengar sangat sederhana bagi saya.
Namun ada detail teknis kecil yang nyaris saya lewatkan.
Binance mencatat posisi ekuitas dengan presisi hingga 9 tempat desimal, sedangkan bStocks mendukung hingga 8 tempat desimal.
Jadi bayangkan posisi saham saya mengandung pecahan yang sampai pada tempat desimal ke-9. Ketika posisi itu dikonversi menjadi bStock, bagian yang melewati presisi 8 desimal yang didukung tidak dapat direpresentasikan oleh token.
Binance menjelaskan jumlah sisa ini sebagai selisih pembulatan, bukan biaya konversi.
Secara finansial, yang kita bicarakan adalah pecahan yang sangat kecil sekali. Tapi secara konseptual, saya justru merasa ini menarik secara mengejutkan.
Tokenisasi terdengar seperti transformasi sederhana: ambil sebuah aset dan representasikan di-chain. Kenyataannya, sistem tradisional dan standar token tidak selalu merepresentasikan angka dengan presisi yang persis sama.
Itu berarti bahkan konversi 1:1 pun tetap membutuhkan aturan tentang apa yang terjadi pada pecahan terkecil yang mungkin.
Hal ini membuat saya menyadari bahwa beberapa bagian tokenisasi yang paling menarik bukanlah fitur utama seperti perdagangan 24/7.
Melainkan kasus-kasus tepi kecil yang hanya muncul ketika dua infrastruktur keuangan yang berbeda harus menyepakati dengan tepat apa arti sebuah angka.
Sekarang setiap kali saya melihat “1:1”, saya tahu ada satu pertanyaan lagi yang layak diajukan:
1:1 — sampai presisi berapa?
#bstockscis @BinanceCIS
Saat pertama kali membaca bahwa saham yang memenuhi syarat dapat dikonversi menjadi bStocks yang sesuai dengan rasio 1:1 tanpa biaya konversi, mekanismenya terdengar sangat sederhana bagi saya.
Namun ada detail teknis kecil yang nyaris saya lewatkan.
Binance mencatat posisi ekuitas dengan presisi hingga 9 tempat desimal, sedangkan bStocks mendukung hingga 8 tempat desimal.
Jadi bayangkan posisi saham saya mengandung pecahan yang sampai pada tempat desimal ke-9. Ketika posisi itu dikonversi menjadi bStock, bagian yang melewati presisi 8 desimal yang didukung tidak dapat direpresentasikan oleh token.
Binance menjelaskan jumlah sisa ini sebagai selisih pembulatan, bukan biaya konversi.
Secara finansial, yang kita bicarakan adalah pecahan yang sangat kecil sekali. Tapi secara konseptual, saya justru merasa ini menarik secara mengejutkan.
Tokenisasi terdengar seperti transformasi sederhana: ambil sebuah aset dan representasikan di-chain. Kenyataannya, sistem tradisional dan standar token tidak selalu merepresentasikan angka dengan presisi yang persis sama.
Itu berarti bahkan konversi 1:1 pun tetap membutuhkan aturan tentang apa yang terjadi pada pecahan terkecil yang mungkin.
Hal ini membuat saya menyadari bahwa beberapa bagian tokenisasi yang paling menarik bukanlah fitur utama seperti perdagangan 24/7.
Melainkan kasus-kasus tepi kecil yang hanya muncul ketika dua infrastruktur keuangan yang berbeda harus menyepakati dengan tepat apa arti sebuah angka.
Sekarang setiap kali saya melihat “1:1”, saya tahu ada satu pertanyaan lagi yang layak diajukan:
1:1 — sampai presisi berapa?
#bstockscis @BinanceCIS