Berdagang 24/7 terdengar seperti kemudahan murni bagiku. Lalu aku sadar ini juga memberiku satu hal lagi yang perlu dicek sebelum menekan Beli: buku pesanan.

Insting pertamaku dengan bStocks itu sederhana: jika pasar buka 24/7, aku tinggal memakai Market order kapan pun aku mau. Secara teknis, ya. Tapi “pasar buka” dan “likuiditas yang sama tersedia” adalah dua pernyataan yang sangat berbeda.

Market order tidak otomatis mengeksekusi persis pada angka yang kulihat di layar. Ia menghabiskan penawaran (asks) yang sudah ada di buku pesanan. Kalau ukuran orderku lebih besar daripada likuiditas yang tersedia di best ask, bagian yang tersisa bisa bergerak melalui level harga berikutnya. Di sinilah slippage berasal.

Dan ini mengubah cara pikirku tentang akses 24/7. Sebelum membeli bStock, aku mulai bertanya dengan cara yang berbeda: bukan “Bisakah aku berdagang sekarang?” melainkan “Seperti apa buku pesanan saat ini?”
Karena akses memberitahuku apakah aku bisa berdagang. Likuiditas membantu menentukan bagaimana perdagangan itu benar-benar bisa tereksekusi. Itulah juga mengapa aku mulai lebih menghargai Limit order.
Dengan Market order, prioritasku adalah eksekusi. Dengan Limit order, aku menetapkan harga maksimum yang bersedia kubayar—tetapi menerima bahwa order tersebut mungkin tidak terisi. bStock yang sama, momen yang sama, tetapi pertukaran (trade-off) yang benar-benar berbeda.

Buatku, ini salah satu pelajaran berguna dari trading saham token: akses 24/7 tidak menghilangkan mekanisme pasar. Akses hanya membuat memahaminya menjadi lebih penting.

#bstockscis @BinanceCIS