Harga tidak bergerak, 890.000 BTC dipindahkan semalaman di atas rantai
Saudara-saudara, kalau hanya melihat chart/Kline, kalian akan mengira dunia kripto sedang damai: BTC ngendon di sekitar 64.000 selama seminggu, volatilitas maksimum hanya di bawah 1%, volume transaksi dan arus dana ETF semuanya terlihat sangat “tenang”. Tapi begitu data on-chain keluar, ya ampun—langsung bikin aku merinding.
Laporan riset terbaru dari K33: dalam 7 hari terakhir, total 890.000 BTC berganti tangan, mencetak rekor pasokan aktif (active supply) tertinggi baru sepanjang tahun 2026, dan langsung masuk ke area kegilaan 10% teratas dalam sejarah. “Hot supply” Bitcoin—yaitu koin yang bergerak dalam 7 hari—naik dari 403.000 BTC pada 28 Juli menjadi 797.000 BTC pada 4 Agustus, melonjak 98%, hampir dua kali lipat!
Harga diam saja, tapi di rantai justru dipindahkan semalaman. Inilah yang disebut “permukaan tenang, di bawahnya badai mengamuk”.
Sumber semuanya masih dan masih: Coldcard yang tak kunjung hilang. Celah firmware yang ditanam pada Maret 2021 (ketidakcukupan acak pada seed) membuat peretas bisa menghitung private key secara offline. Mulai 30 Juli terjadi serangkaian pemburuan; sekitar 7.300 alamat jadi korban, jumlah BTC curian mendekati 2.000 keping, dengan kerugian lebih dari 100 juta dolar AS. Bagi yang kena, mereka kaget dan memindahkan aset semalaman; yang tidak kena pun panik—soalnya tak ada yang tahu apakah dompet mereka akan jadi batch berikutnya.
Yang makin bikin merinding: bahkan “alamat zombie” pun ikut “hidup”. Data on-chain menunjukkan 39 alamat yang sempat tidur total memindahkan 1.486 BTC, bernilai lebih dari 95 juta dolar AS. Alamat kuno yang dibuat pada 2010 bergerak sebanyak 50 koin; alamat lama dari 2013 bahkan pada 3 Agustus mengirim 500 BTC dalam satu transaksi. Koin-koin yang tidur bertahun-tahun akhirnya “terbangun” massal—karena Coldcard.
Ada juga satu set data yang menarik untuk dicermati: sejak kejadian peretasan, exchange mengalami net inflow sebesar 22.052 BTC. Kalian tidak salah baca—ini net inflow. Artinya, orang-orang bukan menarik koin, melainkan justru memasukkan koin ke bursa. Kenapa? Untuk menghindari risiko. Cold wallet terbukti punya celah, jadi banyak orang memilih untuk dulu menaruh koin di tempat yang “terlihat aman”.
Pendapatku: lonjakan “hot supply dobel” ini bukan sekadar aksi panik sell, melainkan sebuah perpindahan besar-besaran—dari self-custody ke custody, dari alamat lama ke alamat baru. Jangka pendek: 22.200 BTC menumpuk di depan pintu bursa seperti Pedang Damocles yang tergantung di atas kepala para buyer. Begitu ada sedikit saja angin perubahan di pasar, dana penghindar risiko ini bisa langsung berubah menjadi amunisi jual. Jangka panjang: kejadian Coldcard memberi pelajaran berat bagi seluruh jalur self-custody—iman pada cold wallet ikut terguncang; uang akan makin cepat mengalir ke institusi custody dan skema multi-tanda tangan.
Intinya: Kline itu “penata rias”, data on-chain yang asli tanpa make-up. Secara permukaan, damai di 64.000, tapi di bawahnya ternyata sudah kacau balau seperti satu panci yang mendidih.
Kalian pikir ini perpindahan karena panik, atau “uang pintar” memanfaatkan momen untuk rebalancing? Tulis di komentar—aku yakin banyak orang sudah memindahkan koin ke exchange semalaman 👀
Saudara-saudara, kalau hanya melihat chart/Kline, kalian akan mengira dunia kripto sedang damai: BTC ngendon di sekitar 64.000 selama seminggu, volatilitas maksimum hanya di bawah 1%, volume transaksi dan arus dana ETF semuanya terlihat sangat “tenang”. Tapi begitu data on-chain keluar, ya ampun—langsung bikin aku merinding.
Laporan riset terbaru dari K33: dalam 7 hari terakhir, total 890.000 BTC berganti tangan, mencetak rekor pasokan aktif (active supply) tertinggi baru sepanjang tahun 2026, dan langsung masuk ke area kegilaan 10% teratas dalam sejarah. “Hot supply” Bitcoin—yaitu koin yang bergerak dalam 7 hari—naik dari 403.000 BTC pada 28 Juli menjadi 797.000 BTC pada 4 Agustus, melonjak 98%, hampir dua kali lipat!
Harga diam saja, tapi di rantai justru dipindahkan semalaman. Inilah yang disebut “permukaan tenang, di bawahnya badai mengamuk”.
Sumber semuanya masih dan masih: Coldcard yang tak kunjung hilang. Celah firmware yang ditanam pada Maret 2021 (ketidakcukupan acak pada seed) membuat peretas bisa menghitung private key secara offline. Mulai 30 Juli terjadi serangkaian pemburuan; sekitar 7.300 alamat jadi korban, jumlah BTC curian mendekati 2.000 keping, dengan kerugian lebih dari 100 juta dolar AS. Bagi yang kena, mereka kaget dan memindahkan aset semalaman; yang tidak kena pun panik—soalnya tak ada yang tahu apakah dompet mereka akan jadi batch berikutnya.
Yang makin bikin merinding: bahkan “alamat zombie” pun ikut “hidup”. Data on-chain menunjukkan 39 alamat yang sempat tidur total memindahkan 1.486 BTC, bernilai lebih dari 95 juta dolar AS. Alamat kuno yang dibuat pada 2010 bergerak sebanyak 50 koin; alamat lama dari 2013 bahkan pada 3 Agustus mengirim 500 BTC dalam satu transaksi. Koin-koin yang tidur bertahun-tahun akhirnya “terbangun” massal—karena Coldcard.
Ada juga satu set data yang menarik untuk dicermati: sejak kejadian peretasan, exchange mengalami net inflow sebesar 22.052 BTC. Kalian tidak salah baca—ini net inflow. Artinya, orang-orang bukan menarik koin, melainkan justru memasukkan koin ke bursa. Kenapa? Untuk menghindari risiko. Cold wallet terbukti punya celah, jadi banyak orang memilih untuk dulu menaruh koin di tempat yang “terlihat aman”.
Pendapatku: lonjakan “hot supply dobel” ini bukan sekadar aksi panik sell, melainkan sebuah perpindahan besar-besaran—dari self-custody ke custody, dari alamat lama ke alamat baru. Jangka pendek: 22.200 BTC menumpuk di depan pintu bursa seperti Pedang Damocles yang tergantung di atas kepala para buyer. Begitu ada sedikit saja angin perubahan di pasar, dana penghindar risiko ini bisa langsung berubah menjadi amunisi jual. Jangka panjang: kejadian Coldcard memberi pelajaran berat bagi seluruh jalur self-custody—iman pada cold wallet ikut terguncang; uang akan makin cepat mengalir ke institusi custody dan skema multi-tanda tangan.
Intinya: Kline itu “penata rias”, data on-chain yang asli tanpa make-up. Secara permukaan, damai di 64.000, tapi di bawahnya ternyata sudah kacau balau seperti satu panci yang mendidih.
Kalian pikir ini perpindahan karena panik, atau “uang pintar” memanfaatkan momen untuk rebalancing? Tulis di komentar—aku yakin banyak orang sudah memindahkan koin ke exchange semalaman 👀