Kenapa avatar Dogecoin adalah seekor anjing Shiba Inu?
Ini terdengar cukup lucu. Dogecoin pada awalnya sama sekali bukan proyek “serius” yang benar-benar serius.
Pada 2013, saat Bitcoin baru mulai meledak popularitasnya, ada dua programmer di internet—Jackson Palmer dan Billy Markus—yang melihat komunitas mata uang kripto makin hari makin serius dan kaku. Mereka lalu kepikiran: bagaimana kalau membuat koin “paling tidak mungkin berhasil” untuk mengolok-olok industri ini?
Terus, logo atau maskotnya pilih apa? Saat itu, meme bernama “Doge” sedang ramai—sebuah foto Shiba Inu dengan font Comic Sans yang warnanya mencolok, berisi berbagai monolog batin seperti “so wow”, “much amaze”, “very scare”, dan sebagainya. Anjing Shiba Inu itu bernama Kabosu, seekor anjing liar yang diadopsi oleh seorang guru taman kanak-kanak di Jepang. Foto tersebut dipasangkan dengan bahasa Inggris yang asal-asalan, sehingga terasa aneh sekaligus menggemaskan—dan tahun 2013 memang puncak kepopuleran meme ini.
Jadi mereka berdua langsung mengadaptasi meme tersebut, menjadikannya logo koin. Nama koinnya adalah $DOGE , dan ikon yang dipakai adalah sisi wajah Shiba Inu yang terkenal itu. Mereka bahkan menyebut aktivitas menambang sebagai “digging”, dan dompet sebagai “dogehouse”. Dari dalam ke luar, seluruh proyek terasa seperti ada nuansa “saya bikin ini buat bercanda”.
Tapi yang paling ironis adalah: koin bercanda yang awalnya dibuat untuk menyindir dunia kripto, malah jadi meledak karena citra Shiba Inu yang terlalu ramah dan terasa “dekat dengan kehidupan”, ditambah suasana komunitasnya yang sangat bersahabat. Entah bagaimana, koin ini berhasil menembus arus utama. Saat orang melihatnya, koin-koin lain biasanya terasa dingin dan penuh nuansa teknologi, sementara Dogecoin seperti anjing tolol yang ada di depan rumahmu—ambang batasnya rendah, tidak berlagak, dan hadiah tip maupun penggalangan donasi amal pun bisa menggunakan koin itu.
Jadi, kenapa harus Shiba Inu? Awalnya murni hanya lelucon, tapi Shiba Inu ini malah “membonceng” sebuah candaan sampai berubah menjadi mata uang kripto “serius” dengan valuasi mencapai ratusan miliar. Kadang dunia memang begitu absurd—yang kamu lakukan dengan serius tidak diperhatikan orang, tapi kalau kamu bercanda justru bisa jadi hal besar.
Ini terdengar cukup lucu. Dogecoin pada awalnya sama sekali bukan proyek “serius” yang benar-benar serius.
Pada 2013, saat Bitcoin baru mulai meledak popularitasnya, ada dua programmer di internet—Jackson Palmer dan Billy Markus—yang melihat komunitas mata uang kripto makin hari makin serius dan kaku. Mereka lalu kepikiran: bagaimana kalau membuat koin “paling tidak mungkin berhasil” untuk mengolok-olok industri ini?
Terus, logo atau maskotnya pilih apa? Saat itu, meme bernama “Doge” sedang ramai—sebuah foto Shiba Inu dengan font Comic Sans yang warnanya mencolok, berisi berbagai monolog batin seperti “so wow”, “much amaze”, “very scare”, dan sebagainya. Anjing Shiba Inu itu bernama Kabosu, seekor anjing liar yang diadopsi oleh seorang guru taman kanak-kanak di Jepang. Foto tersebut dipasangkan dengan bahasa Inggris yang asal-asalan, sehingga terasa aneh sekaligus menggemaskan—dan tahun 2013 memang puncak kepopuleran meme ini.
Jadi mereka berdua langsung mengadaptasi meme tersebut, menjadikannya logo koin. Nama koinnya adalah $DOGE , dan ikon yang dipakai adalah sisi wajah Shiba Inu yang terkenal itu. Mereka bahkan menyebut aktivitas menambang sebagai “digging”, dan dompet sebagai “dogehouse”. Dari dalam ke luar, seluruh proyek terasa seperti ada nuansa “saya bikin ini buat bercanda”.
Tapi yang paling ironis adalah: koin bercanda yang awalnya dibuat untuk menyindir dunia kripto, malah jadi meledak karena citra Shiba Inu yang terlalu ramah dan terasa “dekat dengan kehidupan”, ditambah suasana komunitasnya yang sangat bersahabat. Entah bagaimana, koin ini berhasil menembus arus utama. Saat orang melihatnya, koin-koin lain biasanya terasa dingin dan penuh nuansa teknologi, sementara Dogecoin seperti anjing tolol yang ada di depan rumahmu—ambang batasnya rendah, tidak berlagak, dan hadiah tip maupun penggalangan donasi amal pun bisa menggunakan koin itu.
Jadi, kenapa harus Shiba Inu? Awalnya murni hanya lelucon, tapi Shiba Inu ini malah “membonceng” sebuah candaan sampai berubah menjadi mata uang kripto “serius” dengan valuasi mencapai ratusan miliar. Kadang dunia memang begitu absurd—yang kamu lakukan dengan serius tidak diperhatikan orang, tapi kalau kamu bercanda justru bisa jadi hal besar.
