#伯克希尔股价创八个月新高

Baru-baru ini, harga saham Berkshire diam-diam mencetak rekor tertinggi dalam delapan bulan. Saham Kelas B menembus level $513, dan nilai pasar kini dengan mantap berada di atas $1,1 triliun. Ketika saham teknologi sedang berfluktuasi di area puncak, aset lama seperti ini justru menjadi tempat berlindung bagi dana

Kali ini, rekor baru dipicu oleh tiga faktor utama
Pertama, kepemilikan inti bergerak serempak. Apple—pemegang saham terbesar—tahun ini naik lebih dari 13%. Ditambah Coca-Cola yang naik hampir 25%, serta saham Bank of America yang naik lebih dari 12%, semuanya langsung mendorong nilai pasar portofolio

Kedua, ketidakpastian kondisi makro meningkat, sehingga dana mengalir ke sektor seperti asuransi, kereta api, dan energi—perusahaan dengan arus kas yang relatif stabil serta parit ekonomi yang dalam

Terakhir, ekspektasi buyback (pembelian kembali saham). Pasar memperkirakan bahwa dalam laporan keuangan kuartal II yang segera diumumkan, perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham dalam skala yang cukup besar, sehingga memberi dukungan kuat pada harga saham

Hal paling hebat dari Berkshire tidak pernah semata-mata karena sahamnya naik terlalu agresif saat bull market. Yang membedakannya adalah, ketika pasar bergejolak, perusahaan memegang kas dalam jumlah sangat besar. Uang ini bisa menghasilkan imbal hasil tinggi dengan relatif stabil, dan juga bisa turun tangan kapan saja saat pasar mengalami penurunan yang tidak rasional untuk mengambil posisi secara murah. Struktur aset yang ada “jaminan di bawah” dan “opsi terbuka di atas” di pasar saham AS saat ini sangat langka

Menurut saya, dalam jangka pendek fokus utamanya adalah laporan keuangan kuartal II pada awal Agustus. Jika kekuatan buyback ternyata melebihi ekspektasi, peluang harga saham untuk menembus rekor tertinggi secara berurutan menjadi sangat besar

Dalam jangka menengah, selama tren perputaran dana dari saham teknologi bervaluasi tinggi ke sektor dengan valuasi lebih rendah dan saham berdividen tinggi masih berlanjut, Berkshire tetap menjadi pilihan utama untuk alokasi dana institusi

Jika ke depannya terjadi koreksi besar-besaran pada pasar secara keseluruhan, biasanya itu justru menjadi momen yang lebih nyaman bagi dana jangka panjang untuk masuk

Bukan saran investasi, DYOR