NEW YORK KIỆN KALSHI, ĐÒI PHẠT TỚI 36 TỶ USD
Bang New York telah menggugat Kalshi dengan tuduhan menjalankan aktivitas perjudian tanpa izin di bawah nama “prediction market”. Pihak berwenang meminta agar platform tersebut dilarang beroperasi di negara bagian, mengembalikan uang kepada pengguna, menyita keuntungan, serta menerapkan denda perdata.
Total kewajiban keuangan yang diperkirakan dari pihak New York bisa mencapai 36 miliar USD, termasuk denda tiga kali lipat dari pendapatan yang diduga ilegal dan berbagai sanksi terkait. Ini baru angka yang diminta oleh pihak penggugat, belum tentu jumlah uang yang sebenarnya telah diputuskan pengadilan untuk dibayarkan oleh Kalshi.
Perselisihan terletak pada soal siapa yang berwenang mengatur. Kalshi berpendapat bahwa kontrak prediksi adalah produk derivatif yang berada di bawah yurisdiksi federal CFTC. New York menganggap aktivitas menaruh uang pada hasil olahraga, pemilu, atau peristiwa budaya sebagai perjudian dan harus mematuhi hukum masing-masing negara bagian.
Jika New York memenangkan gugatan, model prediction market yang ingin diperluas ke seluruh negeri akan mendapat pukulan langsung pada fondasinya. Kalshi mungkin harus mengajukan lisensi, membayar pajak, serta menerima batasan tersendiri di setiap negara bagian.
Ini adalah pertarungan untuk menentukan apakah pasar baru itu akan diatur seperti sistem keuangan, atau justru ditarik kembali ke tatanan hukum industri perjudian.
Bang New York telah menggugat Kalshi dengan tuduhan menjalankan aktivitas perjudian tanpa izin di bawah nama “prediction market”. Pihak berwenang meminta agar platform tersebut dilarang beroperasi di negara bagian, mengembalikan uang kepada pengguna, menyita keuntungan, serta menerapkan denda perdata.
Total kewajiban keuangan yang diperkirakan dari pihak New York bisa mencapai 36 miliar USD, termasuk denda tiga kali lipat dari pendapatan yang diduga ilegal dan berbagai sanksi terkait. Ini baru angka yang diminta oleh pihak penggugat, belum tentu jumlah uang yang sebenarnya telah diputuskan pengadilan untuk dibayarkan oleh Kalshi.
Perselisihan terletak pada soal siapa yang berwenang mengatur. Kalshi berpendapat bahwa kontrak prediksi adalah produk derivatif yang berada di bawah yurisdiksi federal CFTC. New York menganggap aktivitas menaruh uang pada hasil olahraga, pemilu, atau peristiwa budaya sebagai perjudian dan harus mematuhi hukum masing-masing negara bagian.
Jika New York memenangkan gugatan, model prediction market yang ingin diperluas ke seluruh negeri akan mendapat pukulan langsung pada fondasinya. Kalshi mungkin harus mengajukan lisensi, membayar pajak, serta menerima batasan tersendiri di setiap negara bagian.
Ini adalah pertarungan untuk menentukan apakah pasar baru itu akan diatur seperti sistem keuangan, atau justru ditarik kembali ke tatanan hukum industri perjudian.

