Sepupu saya (yang kerja di keuangan tradisional) datang ke Kuala Lumpur minggu lalu. Malamnya dia pegang bir di bar dan nanya ke saya: “Kalau di Babylon kalian, bunga untuk pinjam BTC itu sebenarnya berapa?” Saya bilang: lihat tingkat pemanfaatan pool—mungkin sekarang 3%, besok bisa jadi 8%. Dia terdiam sebentar: “Kalau begitu, saat saya bikin anggaran tahunan, angka beban bunganya harus diisi pakai yang mana?”
[TL;DR]
Peran sebenarnya BABY dalam skenario fixed rate masih belum jelas. Namun menilai lebih dulu apakah fungsinya benar-benar menanggung risiko atau tidak, jauh lebih penting daripada mengejar setelah sudah live. Likuiditas yang dibuka tiap bulan perlu benar-benar punya kebutuhan yang menyerap. Kalau tidak, “deep empowerment” cuma seperti kartu member gym berlangganan—uang sudah dibayar, tapi alatnya belum siap.
Dua kesalahan paling mudah: mengubah roadmap di whitepaper langsung menjadi valuasi token, atau merasa karena belum live jadi malas melihatnya. Saya cenderung ke opsi ketiga—menilai dulu apakah masalah yang ingin diselesaikan oleh fixed rate itu benar-benar titik sakit. Sekaligus menuliskan dengan jelas mismatch antara risiko eksekusi dan tekanan sell saat unlock.
Saat ini TBV yang berjalan di testnet adalah Aave v4 dengan native BTC sebagai jaminan untuk pinjaman, dengan tingkat bunga yang mengambang mengikuti pemanfaatan. Babylon dan Aegis memang sedang merencanakan fixed rate, tapi jadwalnya tertulis Q4 2026—dengan syarat semua pengembangan dan pengujian sudah selesai. Sekarang merekomendasikannya seolah sudah jadi produk, sama seperti menjual kartu langganan 10 tahun ke gym yang belum selesai direnovasi.
Kebutuhan fixed rate yang nyata bukan datang dari ritel, melainkan dari perencanaan dana. Bagi market maker, mereka perlu menghitung apakah biaya dana dalam rentang waktu tertentu bisa menutup keuntungan strategi. Tim kuant butuh mengunci biaya pendanaan untuk mengimbangi posisi (hedging). Sedangkan treasury perusahaan—lebih wajib lagi tahu lebih awal apakah beban bunga akan menggerus laba kuartalan. Bunga floating terlihat murah dalam jangka pendek, tapi faktor kesehatan dan tabel anggaran menambahkan satu lapisan variabel acak. Variabel itu, di batas ambang likuidasi, adalah garis hidup-mati.
Selanjutnya saya akan mengawasi tiga hal: di pool fixed rate, BABY itu berperan sebagai modal asuransi atau murni hak tata kelola; bagaimana desain denda/kerugian untuk pembayaran lebih awal; serta siapa yang menjadi lawan transaksi di sisi dana tetap. Tiga poin itu belum terealisasi, maka empat kata “token empowerment” tidak bisa menopang angka-angka di tabel unlock.
Kamu lebih ingin BABY berperan sebagai prioritas seperti tranche tradisional CDO di pool fixed rate, atau tetap menjaga fleksibilitas di mana aset bisa ditarik kapan saja di on-chain?
@BabylonLabs_io
#baby $BABY
[TL;DR]
Peran sebenarnya BABY dalam skenario fixed rate masih belum jelas. Namun menilai lebih dulu apakah fungsinya benar-benar menanggung risiko atau tidak, jauh lebih penting daripada mengejar setelah sudah live. Likuiditas yang dibuka tiap bulan perlu benar-benar punya kebutuhan yang menyerap. Kalau tidak, “deep empowerment” cuma seperti kartu member gym berlangganan—uang sudah dibayar, tapi alatnya belum siap.
Dua kesalahan paling mudah: mengubah roadmap di whitepaper langsung menjadi valuasi token, atau merasa karena belum live jadi malas melihatnya. Saya cenderung ke opsi ketiga—menilai dulu apakah masalah yang ingin diselesaikan oleh fixed rate itu benar-benar titik sakit. Sekaligus menuliskan dengan jelas mismatch antara risiko eksekusi dan tekanan sell saat unlock.
Saat ini TBV yang berjalan di testnet adalah Aave v4 dengan native BTC sebagai jaminan untuk pinjaman, dengan tingkat bunga yang mengambang mengikuti pemanfaatan. Babylon dan Aegis memang sedang merencanakan fixed rate, tapi jadwalnya tertulis Q4 2026—dengan syarat semua pengembangan dan pengujian sudah selesai. Sekarang merekomendasikannya seolah sudah jadi produk, sama seperti menjual kartu langganan 10 tahun ke gym yang belum selesai direnovasi.
Kebutuhan fixed rate yang nyata bukan datang dari ritel, melainkan dari perencanaan dana. Bagi market maker, mereka perlu menghitung apakah biaya dana dalam rentang waktu tertentu bisa menutup keuntungan strategi. Tim kuant butuh mengunci biaya pendanaan untuk mengimbangi posisi (hedging). Sedangkan treasury perusahaan—lebih wajib lagi tahu lebih awal apakah beban bunga akan menggerus laba kuartalan. Bunga floating terlihat murah dalam jangka pendek, tapi faktor kesehatan dan tabel anggaran menambahkan satu lapisan variabel acak. Variabel itu, di batas ambang likuidasi, adalah garis hidup-mati.
Selanjutnya saya akan mengawasi tiga hal: di pool fixed rate, BABY itu berperan sebagai modal asuransi atau murni hak tata kelola; bagaimana desain denda/kerugian untuk pembayaran lebih awal; serta siapa yang menjadi lawan transaksi di sisi dana tetap. Tiga poin itu belum terealisasi, maka empat kata “token empowerment” tidak bisa menopang angka-angka di tabel unlock.
Kamu lebih ingin BABY berperan sebagai prioritas seperti tranche tradisional CDO di pool fixed rate, atau tetap menjaga fleksibilitas di mana aset bisa ditarik kapan saja di on-chain?
@BabylonLabs_io
#baby $BABY