Pembalikan Tren Staking di On-Chain Ethereum: Antrian Keluar Dikosongkan, Jumlah Staking Mencapai Rekor Tertinggi
Pada 26 Juli, dalam waktu kurang dari satu tahun, data metrik staking di on-chain Ethereum menunjukkan pembalikan besar. Sentimen staking pasar pun beralih dari kondisi penarikan menjadi situasi staking berkelanjutan.
Menurut data ValidatorQueue, saat ini antrian keluar (exit queue) para validator Ethereum telah benar-benar nol. Validator baru yang ingin memulai aktivitas “staking mining” perlu menunggu hampir 44 hari, sementara dana staking yang antre masuk telah melampaui 2,5 juta ETH.
Sebagai perbandingan yang kontras, pada kuartal ketiga tahun lalu, puncak antrian keluar sempat menumpuk sekitar 2,6 juta ETH. Saat itu, penarikan validator terlama membutuhkan waktu 45 hari.
Tidak hanya itu, bagi pengguna yang sebelumnya sudah menyelesaikan staking, untuk mengambil aset staking mereka cukup mengikuti alur penarikan normal protokol, sehingga dapat melakukan “un-staking” secara instan.
Perubahan pola penawaran-permintaan ini secara jelas mencerminkan ekspektasi jangka panjang para investor yang semakin “bullish” terhadap Ethereum, sekaligus menghilangkan kekhawatiran utama di pasar sebelumnya bahwa banyak ETH yang sebelumnya di-staking akan segera dibuka (unlock) dan membanjiri pasar sekunder, yang berpotensi menciptakan tekanan jual signifikan.
Saat ini, total skala staking di pasar secara keseluruhan juga terus memperbarui rekor tertinggi. Di antaranya, institusi masih menjadi kekuatan utama dalam staking. Platform institusional MAVAN di bawah Bitmine mencatat jumlah staking lebih dari 4,9 juta ETH.
Dari sisi jumlah pengguna, jumlah validator aktif di seluruh jaringan mendekati 900.000. Total jumlah staking ETH hampir 41 juta ETH, setara dengan 33,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan kata lain, dari setiap 3 ETH, 1 ETH di antaranya dikunci untuk staking dan keluar dari peredaran pasar.
Perlu dicatat bahwa gelombang panas staking kali ini bertepatan dengan periode penurunan imbal hasil staking. Saat ini, imbal hasil tahunan (APR) staking turun menjadi 2,62%, dibandingkan 3,05% sebelumnya. Laju penerbitan (network issuance) naik dari 0,757% menjadi 0,842%.
Ini mungkin menunjukkan bahwa bahkan di tengah penyusutan imbal hasil, dana tetap terus mengalir ke jalur staking. Hal ini semakin menegaskan keyakinan pasar terhadap nilai Ethereum dalam jangka menengah-panjang.
#ETH质押 #链上数据
Pada 26 Juli, dalam waktu kurang dari satu tahun, data metrik staking di on-chain Ethereum menunjukkan pembalikan besar. Sentimen staking pasar pun beralih dari kondisi penarikan menjadi situasi staking berkelanjutan.
Menurut data ValidatorQueue, saat ini antrian keluar (exit queue) para validator Ethereum telah benar-benar nol. Validator baru yang ingin memulai aktivitas “staking mining” perlu menunggu hampir 44 hari, sementara dana staking yang antre masuk telah melampaui 2,5 juta ETH.
Sebagai perbandingan yang kontras, pada kuartal ketiga tahun lalu, puncak antrian keluar sempat menumpuk sekitar 2,6 juta ETH. Saat itu, penarikan validator terlama membutuhkan waktu 45 hari.
Tidak hanya itu, bagi pengguna yang sebelumnya sudah menyelesaikan staking, untuk mengambil aset staking mereka cukup mengikuti alur penarikan normal protokol, sehingga dapat melakukan “un-staking” secara instan.
Perubahan pola penawaran-permintaan ini secara jelas mencerminkan ekspektasi jangka panjang para investor yang semakin “bullish” terhadap Ethereum, sekaligus menghilangkan kekhawatiran utama di pasar sebelumnya bahwa banyak ETH yang sebelumnya di-staking akan segera dibuka (unlock) dan membanjiri pasar sekunder, yang berpotensi menciptakan tekanan jual signifikan.
Saat ini, total skala staking di pasar secara keseluruhan juga terus memperbarui rekor tertinggi. Di antaranya, institusi masih menjadi kekuatan utama dalam staking. Platform institusional MAVAN di bawah Bitmine mencatat jumlah staking lebih dari 4,9 juta ETH.
Dari sisi jumlah pengguna, jumlah validator aktif di seluruh jaringan mendekati 900.000. Total jumlah staking ETH hampir 41 juta ETH, setara dengan 33,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan kata lain, dari setiap 3 ETH, 1 ETH di antaranya dikunci untuk staking dan keluar dari peredaran pasar.
Perlu dicatat bahwa gelombang panas staking kali ini bertepatan dengan periode penurunan imbal hasil staking. Saat ini, imbal hasil tahunan (APR) staking turun menjadi 2,62%, dibandingkan 3,05% sebelumnya. Laju penerbitan (network issuance) naik dari 0,757% menjadi 0,842%.
Ini mungkin menunjukkan bahwa bahkan di tengah penyusutan imbal hasil, dana tetap terus mengalir ke jalur staking. Hal ini semakin menegaskan keyakinan pasar terhadap nilai Ethereum dalam jangka menengah-panjang.
#ETH质押 #链上数据


