Binance Research : Bitcoin turun sekitar 32% pada paruh pertama tahun ini, data on-chain menandakan sinyal dasar historis

Menurut laporan terbaru dari Binance Research, Bitcoin mengalami penurunan 32% pada paruh pertama tahun 2026, bahkan sempat jatuh di bawah 60.000 dolar AS. Sejak mencatat rekor tertinggi sekitar 126.000 dolar AS pada Oktober 2025, BTC sudah turun lebih dari 50% dan selama 275 hari terus berada di bawah puncak tersebut.

Data on-chain menunjukkan bahwa pada periode tersebut terdapat 10,83 juta BTC yang masih berada dalam kondisi belum terealisasi mengalami kerugian, sementara hanya sekitar 9,22 juta keping yang berada dalam kondisi profit. Ini juga menandakan bahwa untuk pertama kalinya dalam siklus pasar saat ini, terjadi persilangan ketika kerugian pada BTC melebihi keuntungan.

Peneliti mencatat bahwa persilangan semacam ini dalam sejarah sering muncul di dekat area dasar utama Bitcoin, yang kemudian umumnya disusul dengan pemulihan yang kuat. Namun, mereka memperingatkan bahwa pola historis tidak bisa memastikan siklus saat ini akan menghasilkan hasil yang sama.

Binance Research terutama mengaitkan performa Bitcoin yang lemah dengan kondisi makroekonomi, bukan faktor spesifik kripto. Selain itu, kebijakan moneter pada paruh pertama 2026 terus mengalami pengetatan, sehingga kinerja pasar bergeser dari dorongan likuiditas menjadi ekspektasi terhadap kondisi fundamental ekonomi.

Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga secara besar-besaran pada paruh kedua tahun ini mulai mereda. Berdasarkan data pasar futures, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga lagi sebelum Desember mencapai 80%, yang membebani pasar keuangan.

Selain itu, kombinasi kenaikan imbal hasil riil, menguatnya dolar AS, dan likuiditas yang terus menegang secara bersama-sama menekan performa Bitcoin, sehingga permintaan terhadap mata uang kripto juga ikut melemah. Dalam konteks ini, ETF spot Bitcoin milik AS mencatat total arus keluar bersih sebesar 5,4 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun ini.

Kesimpulannya, penurunan tajam Bitcoin pada paruh pertama tahun ini disertai sinyal dasar on-chain tingkat historis terutama disebabkan oleh pengetatan makro, penguatan dolar AS, dan tekanan likuiditas, bukan memburuknya kondisi fundamental industri.

Meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed meningkat dan arus dana dari ETF terus berlanjut keluar, dalam jangka pendek kondisi ini kemungkinan masih menekan pasar. Namun, ciri dasar historis ketika posisi yang merugi melebihi posisi yang untung sudah mulai terlihat.

Kapan pemulihan akan benar-benar dimulai, setidaknya, tetap bergantung pada perubahan kebijakan moneter dan kondisi likuiditas.

#市场底部 #链上数据