#baby $BABY @BabylonLabs_io

Saat saya melihat infrastruktur baru, saya tidak menilainya berdasarkan jumlah fitur yang diluncurkannya. Saya lebih memperhatikan masalah nyata pertama yang dipilih untuk dipecahkan.

Itulah sebabnya keputusan Babylon untuk menghadirkan Trustless Bitcoin Vaults (TBV) melalui Aave v4 menarik bagi saya.

Bitcoin selalu menjadi salah satu bentuk jaminan terkuat dalam kripto, namun sebagian besar pemegang BTC menghadapi dilema yang sudah familiar. Entah membiarkan Bitcoin menganggur atau memindahkannya ke aset terbungkus untuk mengakses likuiditas DeFi. Kedua opsi tersebut tidak sepenuhnya mempertahankan model kepercayaan asli Bitcoin.

Dengan memulai dari pinjaman berbasis native Bitcoin yang didukung di Aave v4, Babylon sedang menguji apakah Trustless Bitcoin Vaults (TBV) dapat membuat native BTC menjadi bernilai secara ekonomi tanpa melakukan wrapping, bridging, atau bergantung pada perantara terpusat.

Yang menonjol bukan hanya fitur pinjamannya. Melainkan urutannya. Babylon tidak memulai dengan mengejar setiap kemungkinan use case. Mereka memulainya dengan satu yang sudah memiliki permintaan jelas dan memberi kesempatan bagi infrastrukturnya untuk membuktikan nilainya dalam lingkungan yang praktis.

Dilema yang ada adalah bahwa infrastruktur yang berhasil tidak diukur oleh satu integrasi saja. Nilai jangka panjangnya bergantung pada apakah para pengembang membangunnya dan apakah pengguna secara konsisten memilih jaminan native Bitcoin dibanding alternatif yang sudah ada.

Sinyal yang akan saya pantau adalah integrasi pengembang, aktivitas pinjaman, umpan balik pengguna dari public testnet, serta seberapa cepat TBV meluas dari sekadar lending menjadi aplikasi keuangan yang lebih luas.

Jika sebuah infrastruktur berhasil dengan memecahkan satu masalah yang bermakna terlebih dahulu, apakah Aave v4 bisa menjadi titik awal bagi peran native Bitcoin di seluruh ekosistem onchain yang lebih luas?