Harga minyak kembali menembus angka 100, pertempuran antara AS-Iran benar-benar ramai.
Kelompok Houthi menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, dan dikabarkan ekspor dari Selat Hormuz tinggal sekitar 10% dari masa pra-perang. Saat rantai pasok kembali tersendat, ekspektasi inflasi global diperkirakan akan naik lagi—ini jelas bukan kabar baik untuk aset berisiko.
Di sisi Asia, ada data yang cukup mencolok: data bea cukai China menunjukkan perdagangan non-minyak Iran dengan China anjlok 75%, dari 3,3 miliar menjadi 0,83 miliar. Mengakali blokade dengan jalur memutar memang bisa menambah sedikit volume, tapi hambatannya terlalu jelas—variabel ekspor di dunia nyata jauh lebih besar.
$BTC beberapa hari ini kemungkinan masih akan berombak, jadi perhatikan responsnya terhadap harga minyak $100. Dalam kondisi pasar yang kacau seperti ini, pilihannya cuma dua: ambil risiko sampai mentok atau tunggu koreksi benar-benar selesai dulu baru masuk. $ETH dan altcoin kemungkinan juga akan ikut bergetar.
NFA DYOR
#Bitcoin #Crypto #Oil #Geopolitics #Trading
Kelompok Houthi menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, dan dikabarkan ekspor dari Selat Hormuz tinggal sekitar 10% dari masa pra-perang. Saat rantai pasok kembali tersendat, ekspektasi inflasi global diperkirakan akan naik lagi—ini jelas bukan kabar baik untuk aset berisiko.
Di sisi Asia, ada data yang cukup mencolok: data bea cukai China menunjukkan perdagangan non-minyak Iran dengan China anjlok 75%, dari 3,3 miliar menjadi 0,83 miliar. Mengakali blokade dengan jalur memutar memang bisa menambah sedikit volume, tapi hambatannya terlalu jelas—variabel ekspor di dunia nyata jauh lebih besar.
$BTC beberapa hari ini kemungkinan masih akan berombak, jadi perhatikan responsnya terhadap harga minyak $100. Dalam kondisi pasar yang kacau seperti ini, pilihannya cuma dua: ambil risiko sampai mentok atau tunggu koreksi benar-benar selesai dulu baru masuk. $ETH dan altcoin kemungkinan juga akan ikut bergetar.
NFA DYOR
#Bitcoin #Crypto #Oil #Geopolitics #Trading