Perbedaan terbesar dari siklus kali ini dengan yang sebelumnya adalah adanya BTC spot ETF, yang membuka pintu bagi dana banyak institusi tradisional, sehingga struktur partisipasi pasar berubah secara signifikan.
Misalnya, selama periode ini, arus keluar bersih ETF melambat; harga BTC juga mulai stabil lalu rebound, serta menunjukkan karakter yang tidak sensitif terhadap berita buruk dari luar.
Semua data ini bisa dicek secara publik, namun di baliknya, informasi berharga apa lagi yang patut kita perhatikan?
Kita mulai dari logikanya:
Arus bersih ETF adalah perilaku pasar primer; hanya ketika harga ETF menyimpang dari NAV (nilai bersih), AP (authorized participant) akan melakukan “subscribe/redemption” untuk meluruskan selisih harga.
Dan “arus masuk/keluar bersih ETF” yang sering kita lihat itu adalah statistik dari net subscribe/redemption.
Jadi, pada dasarnya, arus bersih merekam hasil bersih dari aktivitas arbitrase AP. Hanya ketika tekanan jual/beli cukup besar untuk mendorong harga keluar dari premi atau menghancurkannya hingga diskon, dan itu berlangsung melewati garis biaya arbitrase, barulah ia berubah menjadi arus masuk/keluar bersih pada data.
Sedangkan volume transaksi ETF adalah perputaran (turnover) di pasar sekunder: pihak beli dan pihak jual saling bertemu di bursa, tidak menimbulkan subscribe/redemption.
Mari kita analisis data lagi:
Setelah memahami logika di atas, barulah analisis dan perbandingan data terkait menjadi bermakna! Seperti yang terlihat pada gambar:

1-2 Juli adalah “volume transaksi tinggi + arus keluar bersih kecil” ——
Ini menunjukkan perbedaan pendapat di pasar sangat besar. Di tengah aksi panik melepas, justru ada banyak dana yang menampung. Sebagian besar tekanan jual diserap oleh pembeli di pasar sekunder, dan proporsi yang benar-benar sampai ke pasar primer untuk menjadi redemption sangat rendah.

5-7 Juli adalah “volume rendah + arus keluar bersih besar” ——
Artinya, total tekanan jual mungkin tidak lebih besar dibanding 1-2 Juli, tetapi bedanya adalah pembeli marginal menghilang. Tidak ada yang menjadi penampung; bahkan penjualan yang moderat pun dapat membuat ETF terus diperdagangkan dengan diskon, dan kemudian ditransmisikan menjadi redemption oleh AP.
Jadi, yang paling utama di sini adalah absennya pihak pembeli, bukan menguatnya pihak penjual.
Kalau penyerahan pada 1-2 Juli adalah “uang cepat”, yang lebih banyak adalah trader ritel; maka penyerahan pada 5-7 Juli adalah “uang lambat”, dengan porsi institusi yang lebih dominan.
Misalnya, keputusan rebalancing portofolio untuk menurunkan porsi (de-risking) dari platform penasihat investasi harus melalui proses, tidak buru-buru mengejar waktu; akibatnya, ia secara alami tertinggal (termasuk penutupan paksa mekanis posisi arbitrase oleh hedge fund).
Terakhir, soal pendapat:
Berdasarkan analisis data di atas, kita punya alasan untuk percaya bahwa 5-7 Juli adalah fase kedua “menyerah” di tingkat institusi; biasanya ini adalah bentuk ekor dari proses pembersihan (clearance).
Hanya saja, seberapa lama “ekor” ini akan berlanjut, data tidak bisa menjawab; ia hanya mengonfirmasi indikator, bukan indikator leading.
Apakah penyerahan institusi berarti kesempatan bagi trader ritel?
Menurut pendapat saya: ya!
Hal paling tidak masuk akal dari siklus kali ini adalah banyak aset yang dipegang institusi terjebak di puncak (misalnya, MSTR yang membeli BTC lebih dari 100k masih terjebak sampai sekarang). Bagi sebagian institusi, ini adalah pertama kalinya mereka bermain kripto; mereka mengalami putaran siklus pertama mereka.
Dari sisi pengalaman, keteguhan, dan pemahaman tentang siklus, mereka bahkan tidak lebih baik daripada banyak “laba-laba tua”. Institusi adalah serigala, ritel adalah domba; dan kali ini institusi serta juragan yang masuk di harga tinggi dan keluar di harga rendah menurut kami adalah sekumpulan “serigala bodoh”.
Tentu saja, dalam pandangan para serigala, kita selalu adalah domba, jadi suatu hari nanti mereka akan kembali. Dan yang harus kita lakukan adalah—habisi mereka! Saat mereka sakit, ambil kesempatan (rebound adalah peluang).
Ketika mereka kembali dan mendorong harga naik, trader ritel yang mengejar dari belakang akan lagi-lagi menjadi domba yang siap disembelih.....

