🇺🇸 Momen besar kripto di Washington hari ini!
Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan sekelompok kecil senator di Gedung Putih pada Kamis sore untuk membahas Undang-Undang CLARITY—rancangan undang-undang besar yang akhirnya dapat menghadirkan aturan yang jelas bagi pasar kripto Amerika.
Senator Bernie Moreno dan Cynthia Lummis diperkirakan akan bergabung dalam pertemuan tersebut, bersama penasihat kripto Gedung Putih Patrick Witt dan Kepala Staf Susie Wiles.
Rancangan undang-undang itu akan menjelaskan bagaimana aset digital harus diatur serta membagi tanggung jawab antara SEC dan CFTC. RUU ini sudah lolos Dewan Perwakilan pada Juli 2025, namun perjalanannya di Senat melambat karena para legislator masih berbeda pendapat terkait aturan etika, perlindungan konsumen, dan kepentingan kripto keluarga Trump.
Demokrat menginginkan bahasa etika yang lebih kuat sebelum mendukung RUU tersebut. Suara mereka sangat penting karena legislasi ini kemungkinan memerlukan 60 suara untuk lolos di Senat.
Para pembuat undang-undang kini berlomba dengan waktu untuk mencapai kesepakatan sebelum masa reses Agustus. Pertemuan Kamis dapat membantu menghilangkan hambatan terbesar yang tersisa dan membawa RUU itu lebih dekat ke pemungutan suara di Senat.
Ini lebih dari sekadar pertemuan politik lainnya. Keputusan yang diambil di dalam Gedung Putih dapat membentuk masa depan regulasi kripto, investasi, dan inovasi di seluruh Amerika Serikat.
Dunia kripto akan mengamati dengan seksama. 👀
#TrumpWeighsExpandingIranMilitaryAction #USLaunches337ProbeIntoDRAMDevices #TanzaniaCentralBankFinalizesDigitalAssetRules #EthereumBreaksDescendingTrendlineUp5.2% #AsianSemiStocksFallSKHynixDropsOver9%
Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan sekelompok kecil senator di Gedung Putih pada Kamis sore untuk membahas Undang-Undang CLARITY—rancangan undang-undang besar yang akhirnya dapat menghadirkan aturan yang jelas bagi pasar kripto Amerika.
Senator Bernie Moreno dan Cynthia Lummis diperkirakan akan bergabung dalam pertemuan tersebut, bersama penasihat kripto Gedung Putih Patrick Witt dan Kepala Staf Susie Wiles.
Rancangan undang-undang itu akan menjelaskan bagaimana aset digital harus diatur serta membagi tanggung jawab antara SEC dan CFTC. RUU ini sudah lolos Dewan Perwakilan pada Juli 2025, namun perjalanannya di Senat melambat karena para legislator masih berbeda pendapat terkait aturan etika, perlindungan konsumen, dan kepentingan kripto keluarga Trump.
Demokrat menginginkan bahasa etika yang lebih kuat sebelum mendukung RUU tersebut. Suara mereka sangat penting karena legislasi ini kemungkinan memerlukan 60 suara untuk lolos di Senat.
Para pembuat undang-undang kini berlomba dengan waktu untuk mencapai kesepakatan sebelum masa reses Agustus. Pertemuan Kamis dapat membantu menghilangkan hambatan terbesar yang tersisa dan membawa RUU itu lebih dekat ke pemungutan suara di Senat.
Ini lebih dari sekadar pertemuan politik lainnya. Keputusan yang diambil di dalam Gedung Putih dapat membentuk masa depan regulasi kripto, investasi, dan inovasi di seluruh Amerika Serikat.
Dunia kripto akan mengamati dengan seksama. 👀
#TrumpWeighsExpandingIranMilitaryAction #USLaunches337ProbeIntoDRAMDevices #TanzaniaCentralBankFinalizesDigitalAssetRules #EthereumBreaksDescendingTrendlineUp5.2% #AsianSemiStocksFallSKHynixDropsOver9%

