#polymarketUSA #PredictionMarkets AS melarangnya. Warga Amerika tetap memperdagangkannya senilai $571 juta.
Polymarket tidak diizinkan secara hukum untuk melayani pengguna AS. Mereka memblokirnya berdasarkan alamat IP. Secara teori, itu seharusnya menjadi akhir ceritanya.
Ternyata tidak.
Menurut data terbaru dari perusahaan analitik on-chain Allium, dompet yang terhubung dengan AS memperdagangkan sekitar $571 juta di pasar politik selama setahun terakhir—lebih dari negara mana pun, mengungguli Hong Kong yang hanya $422 juta. (CoinDesk)
Inilah mengapa larangan itu tidak berhasil: Polymarket beroperasi sepenuhnya di jalur kripto. Tidak ada rekening bank untuk dibekukan, tidak ada pialang untuk diblokir, tidak ada pemeriksaan identitas yang bisa gagal—hanya sebuah dompet dan beberapa stablecoin. VPN menyembunyikan lokasi Anda, dan itu pada dasarnya seluruh cara mengakali.
Yang lebih menarik lagi adalah apa yang dipertaruhkan oleh warga Amerika. Peristiwa geopolitik menyumbang 46% dari volume perdagangan AS—hampir tiga kali lipat dibanding tingkat ketika warga Amerika bertaruh pada pemilu, yang hanya 16% sementara 32% di seluruh platform. (CoinDesk) Dengan kata lain: dilarang dari platform, tapi tetap mencari eksposur ke pasar yang tidak ditawarkan oleh venue AS yang diregulasi—terutama taruhan konflik luar negeri.
Satu catatan yang perlu disebutkan: Allium hanya bisa mengaitkan dengan yakin sekitar 6% dompet pasar politik ke negara tertentu, jadi angka-angka ini sebaiknya dibaca sebagai indikatif, bukan angka pasti. (CoinDesk)
Kesimpulannya: Larangan tidak mematikan permintaan—larangan hanya memindahkannya ke tempat yang lebih sulit untuk dilihat. Itu pelajaran yang patut diingat, baik saat Anda membicarakan pasar prediksi, kripto, atau upaya regulator pasar mana pun yang mencoba membatasi akses.