Otoritas Tiongkok sekali lagi menunjukkan sikap tegas mereka terhadap penggunaan ilegal mata uang kripto. Sebuah pengadilan di Shanghai telah menjatuhi lima orang hukuman penjara karena menjalankan jaringan berskala besar yang menggunakan aset digital untuk memindahkan uang keluar dari Tiongkok. Menurut penyidik, transaksi ilegal tersebut melebihi 200 juta yuan, atau sekitar $29,4 juta.

Kasus ini merupakan salah satu penuntutan terkait kripto terbesar di negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir dan menyoroti upaya Tiongkok yang berkelanjutan untuk memerangi penggunaan aset digital guna menghindari kontrol devisa luar negeri yang ketat.

Mata uang kripto digunakan untuk menghindari kontrol modal

Menurut Jaksa Agung Rakyat Distrik Jing'an, Kota Shanghai, penyelidikan dimulai setelah Administrasi Negara untuk Pertukaran Valuta Asing Tiongkok (SAFE) mendeteksi adanya transaksi keuangan lintas batas yang mencurigakan pada tahun 2024.

Penyelidik mengungkap jaringan terorganisir yang telah memfasilitasi pemindahan dana ke luar negeri melalui mata uang kripto selama sekitar tiga tahun.

Jaksa mengatakan kelompok tersebut terutama menargetkan klien kaya yang ingin membeli properti real estat di luar negeri, membiayai studi di luar negeri, atau beremigrasi dari Tiongkok. Dilaporkan, bisnis mereka diperluas melalui jaringan perantara di seluruh negeri.

Seorang mantan manajer klien dengan nama keluarga Gao diduga memainkan peran kunci, menangani transaksi penukaran valuta asing ilegal senilai lebih dari 170 juta yuan. Setelah meninggalkan perusahaan, jaksa menegaskan bahwa ia mendirikan bisnis penukaran mata uangnya sendiri tanpa izin.

Hukuman Penjara Hingga Enam Tahun

Pihak berwenang awalnya menahan sembilan orang yang terkait dengan penyelidikan ini. Setelah persidangan, lima terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara berkisar antara dua setengah hingga enam tahun.

Selain hukuman penjara, pengadilan menjatuhkan denda finansial mulai dari 300.000 yuan hingga 1,5 juta yuan.

Penyelidik menyatakan bahwa kelompok tersebut menggunakan transaksi blockchain untuk menyamarkan pergerakan dana, sehingga pengumpulan bukti menjadi jauh lebih sulit.

Menurut jaksa, bukti elektronik tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelidikan kriminal terkait mata uang kripto karena bukti tersebut dapat dengan mudah dihapus, diubah, atau hilang.

Tiongkok Terus Memperketat Kontrol Modal

Tiongkok mempertahankan beberapa peraturan valuta asing paling ketat di dunia. Secara umum, individu dibatasi untuk menukar atau mentransfer setara US$50.000 ke luar negeri setiap tahun.

Pihak berwenang berpendapat bahwa upaya untuk menghindari batas tahunan ini merupakan salah satu alasan utama organisasi kriminal semakin mengandalkan mata uang kripto untuk memfasilitasi pemindahan dana lintas negara.

Menurut SAFE, regulator Tiongkok menyelidiki lebih dari 400 kasus pelanggaran valuta asing pada paruh pertama tahun 2025. Bekerja sama dengan aparat penegak hukum, otoritas juga membongkar lebih dari 180 operasi perbankan bawah tanah, banyak di antaranya diduga mengandalkan aset digital atau metode alternatif lain untuk memindahkan dana secara internasional.

Kripto Masih Menghadapi Tekanan Regulasi yang Ketat

Meskipun Tiongkok terus memperluas penggunaan mata uang digital bank sentralnya (e-CNY), perdagangan mata uang kripto dan sebagian besar aktivitas bisnis terkait kripto tetap dilarang di wilayah daratan Tiongkok.

Putusan terbaru menunjukkan bahwa otoritas Tiongkok tidak hanya menargetkan perdagangan mata uang kripto itu sendiri, tetapi juga semakin fokus pada penggunaan aset digital untuk menghindari kontrol modal.

Bagi investor dan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, kasus ini menjadi pengingat lain bahwa Tiongkok tetap menjadi salah satu yurisdiksi yang paling ketat di dunia dalam hal aktivitas mata uang kripto.

#crypto , #CryptoRegulation , #DigitalAssets , #Stablecoins , #CryptoCrime

Tetap selangkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap mendapat informasi tentang semua hal penting di dunia mata uang kripto.

Penafian:

Informasi dan opini yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi serta tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi. Tidak ada apa pun di halaman ini yang merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset apa pun. Investasi mata uang kripto memiliki risiko bawaan dan dapat mengakibatkan kerugian finansial. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.