Banyak investor ritel masih terjebak dalam pola pikir pasar beberapa tahun lalu: menganggap bahwa bandar harus “mengangkat harga” agar bisa mendistribusikan saham untuk keluar. Logika panen oleh dana besar kali ini berubah. Dulu, market maker perlu mengerek harga untuk menarik investor ritel agar ikut-ikutan. Sekarang, mereka tidak perlu melakukan pengangkatan harga. Tangan kiri memegang posisi, tangan kanan melakukan market making: market maker mendapatkan tumpukan saham yang terkunci dengan biaya rendah bahkan nol biaya. Di pasar, selama mereka menjaga “tingkat likuiditas animo beli tertentu”, mereka dapat terus-menerus menjual saham—baik dengan diskon bahkan pada harga yang sama—kepada para investor ritel yang satu per satu berusaha menambah posisi saat tren penurunan. Inilah yang menjadi kolam likuiditas sempurna bagi market maker dan VC untuk keluar (exit).
