Menurut laporan CNN, Sina Azodi, direktur program studi Timur Tengah di Universitas George Washington, mengatakan bahwa meskipun kedua belah pihak—AS dan Iran—mengklaim pelanggaran satu sama lain, baik Amerika maupun Iran telah mengirim pejabat senior ke Swiss untuk melakukan negosiasi karena keduanya memiliki “kepentingan yang menguntungkan” dalam mengakhiri konflik. Azodi menyebutkan, serangan Israel terhadap Lebanon melanggar memorandum bagi Iran, sementara AS juga mungkin menafsirkan klaim Teheran tentang rencana menutup Selat Hormuz sebagai pelanggaran terhadap memorandum kesepahaman. Azodi juga mengatakan bahwa Teheran mungkin ingin “menguji dan melihat” apakah Washington mampu mengekang Israel untuk mengakhiri tindakan permusuhan di Lebanon. Hingga berita ini dipublikasikan, Perdana Menteri Pakistan Syirif dan Kepala Staf Angkatan Darat Munir telah tiba di Swiss dan akan berpartisipasi dalam perundingan teknis AS-Iran dalam kerangka memorandum kesepahaman di Islamabad.