JPMorgan Chase baru-baru ini merilis laporan riset yang menyebutkan bahwa proyeksi belanja modal total AI sebelum tahun 2030 dinaikkan dari 5,1 triliun dolar AS menjadi 5,5 triliun dolar AS, dengan skala pendanaan utang pendukung yang turut dinaikkan menjadi 4,1 triliun dolar AS. Laporan tersebut menyatakan bahwa percepatan belanja pada putaran ini didorong oleh ledakan permintaan AI sekaligus kekurangan kapasitas komputasi (compute) yang terus berlanjut. Dalam hal ini, volume pemrosesan token AI Google dalam satu bulan telah mencapai 3,2 kuadriliun kali, sementara perusahaan seperti Microsoft dan Uber bahkan telah menghabiskan anggaran AI tahunan mereka dalam hitungan bulan di tahun ini. Untuk penyedia layanan cloud skala sangat besar, empat raksasa superkomputer AS (Google, Amazon, Microsoft, Meta) memberikan panduan belanja modal gabungan sekitar 700 hingga 7250 miliar dolar AS pada tahun 2026, naik sekitar 75% YoY. Diperkirakan pada tahun 2027 akan menembus 1,1 triliun dolar AS. JPMorgan memperkirakan arus kas operasi gabungannya akan melebihi 900 miliar dolar AS pada tahun 2027, namun masih tidak cukup untuk menutup rencana belanja yang sangat besar; pendanaan melalui utang dan ekuitas akan menjadi hal yang lazim. Dari sisi chip, JPMorgan memperkirakan Broadcom akan mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS pendapatan terkait AI pada tahun 2027 (termasuk ASIC/XPU dan jaringan AI). Manajemen telah mengungkapkan penumpukan pesanan untuk tahun 2027 lebih dari 100 miliar dolar AS, jauh melampaui ekspektasi bank untuk tahun 2026 yang sekitar 60 miliar dolar AS, dan dianggap sebagai bentuk kehati-hatian. Platform pendanaan chip AI (AI XPV) yang dibentuk bersama Broadcom dengan Apollo dan Blackstone juga dipandang dalam laporan tersebut sebagai inovasi struktur yang menandai di bidang pendanaan GPU. Dari sisi struktur pendanaan, lima perusahaan superkomputer besar sejak awal tahun telah menyelesaikan sekitar 240 miliar dolar AS pendanaan eksternal. Pasar obligasi berperingkat tinggi tetap menjadi saluran utama, dan diperkirakan dalam lima tahun ke depan skala penerbitan obligasi berperingkat tinggi terkait AI akan mencapai 2,1 triliun dolar AS. Dalam hal tenaga listrik, JPMorgan menaikkan perkiraan pertumbuhan kapasitas pusat data dari 122 GW menjadi 138 GW, tetapi listrik masih merupakan hambatan paling kritis; para vendor superkomputer sedang aktif mengeksplorasi solusi alternatif seperti membangun pembangkit listrik sendiri.