Bot sniping paling terkenal di Ethereum, kemarin kebobolan 7,5 juta USD.
Nama jaredfromsubway.eth, pasti udah gak asing bagi yang main DeFi. Selama dua tahun terakhir, 70% serangan sniping di Ethereum itu adalah ulah dia. Bahkan Vitalik pernah kebobolan karena dia ngerampok 2 USD coin. Dia mengandalkan algoritma untuk memantau transaksi pending secara otomatis, beli di depanmu, jual di belakangmu, ambil selisih harga. Simple dan brutal, tapi sangat menguntungkan.
Tapi kemarin, bot yang paling rakus ini, justru jadi mangsa.
Hacker butuh beberapa minggu untuk menyusun 66 kontrak token palsu dan pool likuiditas palsu. Kontrak-kontrak palsu ini meniru pola transaksi WETH, USDC, USDT, menciptakan peluang trading yang terlihat menguntungkan. Bot jaredfromsubway melihat peluang, tanpa ragu langsung terjun. Tapi yang dia gak tahu, setiap "transaksi menguntungkan" itu bikin dia ngasih akses ke kontrak jahat. Di transaksi terakhir, hacker langsung memanfaatkan semua backdoor, dan menguras semua ETH, USDC, USDT dari dompet bot.
Langkah ini disebut "reverse MEV honeypot", dirancang khusus untuk logika keputusan bot. Bukan meretas kontrak, bukan phishing signature, tapi memanfaatkan kelemahan bot yang "hanya melihat profit dan tidak melihat lawan".
Aku terus mikir satu pertanyaan: Bot MEV mengandalkan algoritma untuk otomatis menilai apakah transaksi layak dieksekusi, tapi algoritma gak bisa membedakan apakah lawan itu pengguna asli atau pemburu. Ketika model bisnis kamu dibangun di atas "ngebegal orang lain", kelemahanmu jadi sangat jelas—selama bisa memalsukan target yang terlihat bisa dibegal, bot akan melangkah ke dalam perangkap.
Ini ada hubungannya sama retail trader biasa? Sangat ada. Ini menunjukkan bahwa lingkungan di on-chain jauh lebih berbahaya dari yang kamu bayangkan. Kamu pikir dikejar itu cuma masalah kecil bagi retail? Bahkan bot yang paling rakus pun bisa kena. Di DeFi, setiap transaksi di depanmu bisa jadi perangkap.
Lebih ironisnya, di hari yang sama, Wall Street Journal juga membeberkan Polymarket. Investigasi menemukan bahwa banyak video "profit instan" di TikTok dan Instagram itu palsu, ada yang dibuat oleh kreator berbayar, ada juga yang tangkapan layar profitnya dipalsukan. Polymarket bahkan menyewa perusahaan marketing bernama Virality khusus untuk mempromosikan ke pengguna Amerika. Platform pasar prediksi yang sendiri aja berbuat curang, kamu masih percaya apa?
Dua hal ini mengarah ke satu kenyataan: dunia on-chain tidak punya zona aman. Dari bot MEV ke platform prediksi, dari algoritma ke marketing, setiap aspek ada yang mengatur jebakan.
Kamu pikir kamu lagi main game, padahal kamu adalah permainan itu sendiri.
$ETH #MEV #DeFi #Polymarket #BinanceSquare
Nama jaredfromsubway.eth, pasti udah gak asing bagi yang main DeFi. Selama dua tahun terakhir, 70% serangan sniping di Ethereum itu adalah ulah dia. Bahkan Vitalik pernah kebobolan karena dia ngerampok 2 USD coin. Dia mengandalkan algoritma untuk memantau transaksi pending secara otomatis, beli di depanmu, jual di belakangmu, ambil selisih harga. Simple dan brutal, tapi sangat menguntungkan.
Tapi kemarin, bot yang paling rakus ini, justru jadi mangsa.
Hacker butuh beberapa minggu untuk menyusun 66 kontrak token palsu dan pool likuiditas palsu. Kontrak-kontrak palsu ini meniru pola transaksi WETH, USDC, USDT, menciptakan peluang trading yang terlihat menguntungkan. Bot jaredfromsubway melihat peluang, tanpa ragu langsung terjun. Tapi yang dia gak tahu, setiap "transaksi menguntungkan" itu bikin dia ngasih akses ke kontrak jahat. Di transaksi terakhir, hacker langsung memanfaatkan semua backdoor, dan menguras semua ETH, USDC, USDT dari dompet bot.
Langkah ini disebut "reverse MEV honeypot", dirancang khusus untuk logika keputusan bot. Bukan meretas kontrak, bukan phishing signature, tapi memanfaatkan kelemahan bot yang "hanya melihat profit dan tidak melihat lawan".
Aku terus mikir satu pertanyaan: Bot MEV mengandalkan algoritma untuk otomatis menilai apakah transaksi layak dieksekusi, tapi algoritma gak bisa membedakan apakah lawan itu pengguna asli atau pemburu. Ketika model bisnis kamu dibangun di atas "ngebegal orang lain", kelemahanmu jadi sangat jelas—selama bisa memalsukan target yang terlihat bisa dibegal, bot akan melangkah ke dalam perangkap.
Ini ada hubungannya sama retail trader biasa? Sangat ada. Ini menunjukkan bahwa lingkungan di on-chain jauh lebih berbahaya dari yang kamu bayangkan. Kamu pikir dikejar itu cuma masalah kecil bagi retail? Bahkan bot yang paling rakus pun bisa kena. Di DeFi, setiap transaksi di depanmu bisa jadi perangkap.
Lebih ironisnya, di hari yang sama, Wall Street Journal juga membeberkan Polymarket. Investigasi menemukan bahwa banyak video "profit instan" di TikTok dan Instagram itu palsu, ada yang dibuat oleh kreator berbayar, ada juga yang tangkapan layar profitnya dipalsukan. Polymarket bahkan menyewa perusahaan marketing bernama Virality khusus untuk mempromosikan ke pengguna Amerika. Platform pasar prediksi yang sendiri aja berbuat curang, kamu masih percaya apa?
Dua hal ini mengarah ke satu kenyataan: dunia on-chain tidak punya zona aman. Dari bot MEV ke platform prediksi, dari algoritma ke marketing, setiap aspek ada yang mengatur jebakan.
Kamu pikir kamu lagi main game, padahal kamu adalah permainan itu sendiri.
$ETH #MEV #DeFi #Polymarket #BinanceSquare