Kebanyakan orang takut emas akan jatuh.
Saya punya masalah yang berlawanan.
SAYA INGIN emas turun lebih rendah.
Kembali di bulan Desember, saya merencanakan skenario di mana tahun 2026 bisa menjadi tahun yang sulit untuk emas. Bukan karena emas adalah aset yang buruk, tapi karena pasar jarang bergerak lurus selamanya.
Rencana saya sederhana:
Tunggu dengan sabar.
Akumulasi emas fisik di sekitar area $3,500.
Abaikan suara bising.
Biarkan waktu yang bekerja.
Sekarang, setelah penarikan terbaru, saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang sama yang ditanyakan banyak investor:
Apakah itu sudah menjadi titik terendah?
Kenyataannya, tidak ada yang tahu.
Emas bisa dengan mudah melanjutkan tren naiknya jika bank sentral terus membeli secara agresif, ketegangan geopolitik tetap tinggi, dan investor terus mencari keamanan.
Tapi inilah yang lebih menarik bagi saya:
Bagaimana jika pasar menjadi terlalu yakin bahwa emas hanya bisa naik?
Sejarah mengajarkan kita bahwa peluang terbesar sering muncul ketika harapan hancur.
Koreksi yang lebih dalam akan mengecewakan banyak pembeli emas.
Ironisnya, hal ini justru membuat saya sebagai akumulators jangka panjang bersemangat.
Karena kekayaan sering dibangun dengan membeli aset hebat di saat keraguan—bukan di saat optimisme universal.
Jika emas kembali ke level yang lebih rendah, saya akan membeli.
Jika emas tidak kembali dan memulai rally baru, saya akan menerima bahwa pasar memiliki rencana yang berbeda.
Tujuannya bukan untuk memprediksi setiap pergerakan.
Tujuannya adalah memiliki rencana sebelum pergerakan terjadi.
Sebagian besar investor mengejar harga.
Saya sedang menunggu harga datang kepada saya.
Jadi, beri tahu saya:
Apakah kamu pikir emas sudah menemukan titik terendahnya, atau apakah koreksi yang lebih besar masih di depan?
