Seiring harga emas terus bertahan di atas level $5.000 per ounce, sebuah model kecerdasan buatan memprediksi bahwa logam mulia tersebut kemungkinan besar akan tetap berada di atas kisaran itu hingga akhir Februari.
Per 9 Februari, emas tengah diperdagangkan di sekitar $5.010 naik sekitar 0,7% pada hari itu, melanjutkan reli yang telah membuat harga emas menguat lebih dari 15% sejak awal tahun.
Prediksi Harga Emas Menurut ChatGPT
Untuk memperkirakan di mana harga emas bisa berada pada 28 Februari, laman Finbold meminta proyeksi dari model AI OpenAI, ChatGPT. Model ini menyingkirkan skenario penurunan tajam dan justru mengisyaratkan momentum kenaikan yang berlanjut.
ChatGPT memprediksikan harga emas di kisaran $5.180 per ounce, yang berarti potensi kenaikan sekitar 3–4% hingga akhir Februari.
Menurut ChatGPT, pergerakan ini lebih menyerupai kenaikan bertahap daripada lonjakan tajam atau pembalikan tren, seiring pasar “mencerna” dan mengonsolidasikan kenaikan harga yang sudah terjadi.
Proyeksi tersebut didasari pada kemampuan emas untuk bertahan di atas level $5.000 , di mana tidak adanya penolakan kuat di area ini dinilai sebagai tanda penerimaan oleh pelaku institusional, bukan sekadar spekulasi berlebihan.
Model tersebut juga mencatat bahwa imbal hasil riil tampak tertahan, sehingga sisi penurunan (downside) emas menjadi terbatas sekalipun data ekonomi Amerika Serikat tetap kuat. Di saat yang sama, ekspektasi bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat akan cenderung longgar hingga 2026 dinilai menjadi faktor pendukung tambahan.
Selain itu, melemahnya momentum penguatan dolar AS dan pembelian emas secara konsisten oleh bank-bank sentral, yang tidak terlalu sensitif terhadap harga, disebut sebagai angin penopang lain bagi emas.
Pemulihan Harga Emas
Harga emas tercatat kembali menguat, memperpanjang kenaikan setelah dolar AS yang melemah mendorong aksi beli saat harga turun (dip-buying), menyusul beberapa pekan volatilitas ekstrem di pasar logam mulia.
Rebound ini terjadi di tengah pelemahan dolar dan penantian rilis data tenaga kerja serta inflasiAmerika Serikat yang tertunda pekan ini, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bungaFederal Reserve.
Para analis juga menyoroti masih kuatnya permintaan aset safe haven, yang dipicu ketegangan geopolitik, pembelian berkelanjutan oleh bank-bank sentral—termasuk China—serta ketidakpastian ekonomi global yang lebih luas.
Meski harga sudah memantul naik, kondisi pasar dinilai masih bergejolak setelah emas sempat menyentuh rekor tertinggi mendekati $5.600 pada akhir Januari sebelum mengalami koreksi besar yang bersejarah.
Banyak pelaku pasar melihat penurunan tersebut sebagai “istirahat sehat” dalam tren bullish jangka panjang. Proyeksi harga hingga tahun 2026 pun masih tinggi, dengan sebagian analis memprediksi rata-rata harga di atas $4.700 , dan potensi jangka panjang menuju kisaran $6.000.
Faktor musiman di bulan Februari, posisi pasar yang relatif seimbang, serta sinyal teknikal yang masih konstruktif turut memperkuat skenario kenaikan harga yang stabil.
$XAU
#GOLD CLAIM VOUCHER HERE ❤️🫶