Apa itu kebalikan?

Semua topik yang dia bicarakan saat bersamamu, pada akhirnya selalu akan berujung pada apa yang harus kamu berikan kepadanya.

Tas harus baru, mobil harus diganti, kartu harus dipakai, hari raya harus dirayakan, orang tua sakit harus kamu biayai, teman dekat menikah harus kamu kasih amplop. Lalu dia sendiri? Keadaannya sudah tiga tahun tidak berubah, lima tahun tidak berubah, sepuluh tahun masih seperti itu. Dia tidak belajar hal baru, tidak masuk ke lingkaran baru, tidak meningkatkan kemampuan. Dia tidak punya rencana untuk hidupnya, hanya harapan terhadapmu.

Dia menganggap satu hal, mencari seorang pria sama dengan mencari tiket makan jangka panjang, tugasnya adalah menjaga tiket makan itu tetap aman, sementara bisa tidaknya tiket makan itu ditukar dengan tiket yang lebih besar, itu urusanmu, bukan urusannya.

Bro, dengarkan baik-baik, apa esensi dari wanita seperti ini?

Dia adalah seorang pelayan. Tugasnya menemanimu ngobrol, menemanimu tidur, memasak untukmu, melahirkan anak untukmu, ini adalah layanan yang dia tawarkan.

Uang yang dia terima adalah gajimu, rumahmu, asetmu.

Tapi masalahnya, pasar pelayan sangat kompetitif. Kamu bisa mengeluarkan uang lebih sedikit dan mendapatkan pelayan dengan sikap yang lebih baik, lebih profesional, lebih muda, dan tidak akan berdebat denganmu.

Kamu bisa mengeluarkan uang lebih sedikit untuk menyewa seorang tante yang benar-benar bisa memasak, masakannya lebih enak daripada dia. Kamu mengeluarkan uang lebih sedikit, dan setiap hidangan lebih profesional daripada yang dia buat.

Jadi, kenapa kamu harus mempertaruhkan seluruh harta di tangan seorang pelayan yang tidak profesional dan masih mau membagi setengah hartamu?