Dalam perdagangan mata uang kripto, “dinding beli” adalah pesanan beli besar-besaran, atau beberapa pesanan beli, di sekitar tingkat harga tertentu. Sebaliknya, “sell wall” adalah akumulasi pesanan jual yang signifikan pada tingkat harga tertentu.

Sebelum memahami cara kerja dinding jual dan beli, penting untuk mengetahui apa itu buku pesanan dan kedalaman pasarnya.

Apa yang dimaksud dengan buku pesanan dalam perdagangan kripto?

“Buku pesanan” adalah daftar indeks pesanan beli dan jual untuk mata uang kripto tertentu berdasarkan tingkat harga. Perdagangan dieksekusi ketika pesanan di kedua sisi bertemu pada tingkat harga tertentu, sehingga menetapkan harga mata uang kripto seiring pasokan dan permintaan.

Contoh buku pesanan BTC/USDT. Sumber: Binance

Meskipun demikian, order ini tidak dieksekusi secara acak — melainkan, pasar memenuhinya sesuai urutannya.

Misalnya, dua pesanan terbuka dibuat ketika Peter Griffin mencoba menjual 1 Bitcoin (BTC) seharga $25.000 dan Cleveland Brown memesan untuk membeli 1 BTC seharga $24.000. Misalkan Glenn Quagmire bergabung dan mencoba menjual 1 BTC seharga $26.000. Akibatnya, ada tiga pesanan terbuka yang belum terpenuhi.

Namun ketika pembeli baru, Joe Swanson, memasuki pasar dan mencoba membeli 1 BTC seharga $26,000, dia tidak mendapatkan koin Quagmire. Sebaliknya, dia menerima BTC Griffin seharga $25.000, dan harga spot Bitcoin menjadi $25.000.

Sementara itu, pesanan Brown dan Quagmire akan tetap terbuka.

Apa kedalaman pasar?

Pesanan terbuka dikemas bersama sebagai pesanan beli dan jual dan diadu satu sama lain pada grafik kedalaman pasar.

Grafik kedalaman pasar BTC/USDT. Sumber: Binance

Sumbu X pada grafik mewakili harga bid (pesanan beli berwarna hijau) dan harga permintaan (pesanan jual berwarna merah), sedangkan sumbu Y mewakili volume pasar kumulatif.

Mengidentifikasi dinding beli dan jual

Lonjakan besar yang miring ke atas pada kedua sisi grafik kedalaman pasar disebut “dinding”. Dinding ini tampak sebagai garis vertikal yang lebih dalam menyerupai sudut samping tangga, seperti terlihat pada contoh di atas.

Dinding beli terbentuk ketika jumlah pesanan beli secara besar-besaran melebihi pesanan jual pada harga tertentu, sehingga menggambarkan permintaan yang lebih besar terhadap mata uang kripto dibandingkan pasokannya. Akibatnya, para pedagang melihat level di mana dinding beli muncul sebagai area dukungan untuk potensi pemantulan.

Grafik kedalaman pasar yang menggambarkan dinding beli dan jual. Sumber: Phemex

Demikian pula, dinding jual tercipta ketika jumlah pesanan jual melebihi pesanan beli, menunjukkan permintaan versus penawaran yang lebih lemah pada tingkat harga tertentu.

Dinding beli yang besar dibandingkan dengan dinding jual yang jauh lebih kecil pada grafik kedalaman pasar menunjukkan permintaan yang kuat dan jalur dengan resistensi paling kecil saat ini adalah ke atas, dan sebaliknya.

Pada akhirnya, melihat buku pesanan sebagai “dinding” memudahkan pedagang untuk melihat area potensial terjadinya rebound dan penolakan harga.

Sebagai peringatan, dinding beli dan jual tidak boleh hanya diandalkan untuk memprediksi arah harga. Pesanan dapat ditarik atau diperkenalkan kapan saja, dengan dinamika pasar yang selalu berubah.

Selain itu, pedagang “paus” dapat menggunakan modal besar mereka untuk membuat atau menghapus sejumlah besar pesanan sebagai cara untuk memanipulasi pasar demi keuntungan mereka.

Untuk tips lebih lanjut tentang mengenali dan menghindari potensi manipulasi pasar, lihat liputan Cointelegraph sebelumnya.

Artikel ini tidak berisi nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap langkah investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca harus melakukan penelitian sendiri saat mengambil keputusan.