Sedikit menarik, semua kontrak berkelanjutan TradFi di Aster akan diselesaikan menggunakan USD1, dan itu adalah penyelesaian eksklusif, tidak berdampingan dengan USDT.
Melihat kembali ke timeline, tindakan USD1 di Q1 2026 memang cukup banyak.
Jika diringkas, fokus USD1 pada kuartal ini tidak hanya untuk meningkatkan eksposur, tetapi juga mulai berusaha untuk menjadi aset penyelesaian dan komponen likuiditas yang konkret dalam proses bisnis.
Arah penempatan juga cukup jelas: ada yang berupa penyelesaian transaksi di blockchain, ada yang terkait dengan kas dan skenario pendapatan, ada yang berhubungan dengan pembayaran real-time dan akses pembayaran, serta ada yang berupa aplikasi seperti dana yang ter-tokenisasi yang lebih cenderung ke institusi.
//
Jika kita lihat lebih jauh, kerja sama ini dapat dibagi menjadi tiga kategori.
Kategori pertama adalah kerja sama integrasi teknologi, yang terutama mencakup Aster, Morpho, Zebec, AgentPay, dan lain-lain.
Kesamaannya adalah, USD1 tidak diperlakukan sebagai aset biasa, tetapi langsung diintegrasikan ke dalam proses inti protokol, digunakan untuk penyelesaian, kas, jaminan, atau dukungan pembayaran, yang pada dasarnya lebih dekat dengan akses infrastruktur.
//
Kategori kedua adalah kerja sama penghubung institusi, yang diwakili oleh Apex Group dan LSEG.
Intinya adalah menguji apakah stablecoin dapat memasuki skenario perputaran dana yang lebih sesuai dan lebih terinstitusi. Meskipun kemajuan biasanya lebih lambat, tetapi setelah berhasil, pengakuan institusi terhadap USD1 dan kredit eksternal akan sangat membantu.
//
Kategori ketiga adalah kerja sama ekspansi pembayaran dan ritel, seperti MoonPay, AgentPay, serta beberapa kerja sama insentif di sisi platform.
Fokusnya bukan pada narasi, tetapi pada mendorong USD1 masuk ke dalam skenario frekuensi tinggi seperti jual beli, transfer, penyelesaian, dan pembayaran perwakilan, yang menunjukkan bahwa ia sedang memperluas ke lapisan antarmuka pembayaran yang lebih luas.
//
Dari tindakan-tindakan ini, sebenarnya juga dapat dilihat bahwa tujuan USD1 di Q1 sudah lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.
Ia jelas tidak ingin hanya menjadi stablecoin yang mendapatkan perhatian berdasarkan topik, tetapi ingin mendorong dirinya ke arah infrastruktur yang lebih praktis.
Jalur yang cukup jelas adalah, mulai dari DeFi dan penyelesaian transaksi, secara bertahap memperluas ke pembayaran, lalu menuju skenario institusi.
Keuntungan dari pendekatan ini adalah, skenario yang berbeda dapat saling melengkapi likuiditas, sehingga lebih mudah untuk mengubah skala penerbitan menjadi jumlah penggunaan yang nyata.
Melihat kembali ke timeline, tindakan USD1 di Q1 2026 memang cukup banyak.
Jika diringkas, fokus USD1 pada kuartal ini tidak hanya untuk meningkatkan eksposur, tetapi juga mulai berusaha untuk menjadi aset penyelesaian dan komponen likuiditas yang konkret dalam proses bisnis.
Arah penempatan juga cukup jelas: ada yang berupa penyelesaian transaksi di blockchain, ada yang terkait dengan kas dan skenario pendapatan, ada yang berhubungan dengan pembayaran real-time dan akses pembayaran, serta ada yang berupa aplikasi seperti dana yang ter-tokenisasi yang lebih cenderung ke institusi.
//
Jika kita lihat lebih jauh, kerja sama ini dapat dibagi menjadi tiga kategori.
Kategori pertama adalah kerja sama integrasi teknologi, yang terutama mencakup Aster, Morpho, Zebec, AgentPay, dan lain-lain.
Kesamaannya adalah, USD1 tidak diperlakukan sebagai aset biasa, tetapi langsung diintegrasikan ke dalam proses inti protokol, digunakan untuk penyelesaian, kas, jaminan, atau dukungan pembayaran, yang pada dasarnya lebih dekat dengan akses infrastruktur.
//
Kategori kedua adalah kerja sama penghubung institusi, yang diwakili oleh Apex Group dan LSEG.
Intinya adalah menguji apakah stablecoin dapat memasuki skenario perputaran dana yang lebih sesuai dan lebih terinstitusi. Meskipun kemajuan biasanya lebih lambat, tetapi setelah berhasil, pengakuan institusi terhadap USD1 dan kredit eksternal akan sangat membantu.
//
Kategori ketiga adalah kerja sama ekspansi pembayaran dan ritel, seperti MoonPay, AgentPay, serta beberapa kerja sama insentif di sisi platform.
Fokusnya bukan pada narasi, tetapi pada mendorong USD1 masuk ke dalam skenario frekuensi tinggi seperti jual beli, transfer, penyelesaian, dan pembayaran perwakilan, yang menunjukkan bahwa ia sedang memperluas ke lapisan antarmuka pembayaran yang lebih luas.
//
Dari tindakan-tindakan ini, sebenarnya juga dapat dilihat bahwa tujuan USD1 di Q1 sudah lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.
Ia jelas tidak ingin hanya menjadi stablecoin yang mendapatkan perhatian berdasarkan topik, tetapi ingin mendorong dirinya ke arah infrastruktur yang lebih praktis.
Jalur yang cukup jelas adalah, mulai dari DeFi dan penyelesaian transaksi, secara bertahap memperluas ke pembayaran, lalu menuju skenario institusi.
Keuntungan dari pendekatan ini adalah, skenario yang berbeda dapat saling melengkapi likuiditas, sehingga lebih mudah untuk mengubah skala penerbitan menjadi jumlah penggunaan yang nyata.