Kontrak berjangka permanen terkait minyak telah melonjak dalam popularitas di bursa terdesentralisasi Hyperliquid, secara singkat melampaui derivatif Ethereum dalam aktivitas perdagangan harian saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengguncang pasar global.
Kontrak berjangka minyak CL-USDC di platform mengalami lonjakan signifikan dalam volume pada 10 Maret 2026, saat para pedagang bergegas untuk berspekulasi tentang harga minyak yang berubah dengan cepat. Menurut Bloomberg, volume perdagangan harian berkisar antara $1,2 miliar dan hampir $2 miliar, mendorong instrumen tersebut melampaui kontrak berjangka Ethereum di bursa.
Lonjakan mendadak ini menyoroti bagaimana derivatif berbasis token semakin digunakan untuk memperdagangkan peristiwa makro sepanjang waktu.
Volatilitas Harga Minyak Mendorong Aktivitas Perdagangan Besar-Besaran
Aktivitas perdagangan di oil perpetual Hyperliquid dipercepat dalam hitungan hari. Volume harian kontrak tersebut dilaporkan melonjak dari sekitar $21 juta menjadi lebih dari $1,2 miliar, mencerminkan minat pasar yang sangat besar saat harga energi bereaksi terhadap perkembangan geopolitik.
Harga minyak sempat naik singkat hingga sekitar $112 per barel pada 10 Maret di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sebelum dengan cepat berbalik arah dan turun lagi ke sekitar $86 pada hari berikutnya. Lonjakan dan pembalikan harga yang cepat menciptakan lingkungan perdagangan yang sangat volatil bagi para trader derivatif.
Seiring volatilitas meningkat, Hyperliquid juga mencatat gelombang likuidasi. Bursa tersebut dilaporkan menutup sekitar $75 juta nilai posisi short dalam 24 jam, karena para trader yang bertaruh pada harga yang lebih rendah dipaksa keluar dari pasar.
Hyperliquid Menjadi Pusat Perdagangan Makro 24/7
Open interest pada kontrak minyak perpetual naik hingga sekitar $183 juta, menandakan meningkatnya permintaan untuk derivatif berbasis on-chain yang terkait dengan komoditas tradisional.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa platform perdagangan yang berbasis kripto-native semakin menjadi tempat bagi para trader untuk merespons peristiwa makro global secara real time. Berbeda dengan pasar komoditas tradisional yang memiliki jam perdagangan terbatas, bursa terdesentralisasi memungkinkan peserta mengambil posisi 24/7, sehingga menjadi pilihan menarik saat terjadi perkembangan geopolitik yang mendadak.
Selama ketegangan di Timur Tengah terus memengaruhi pasar energi global, derivatif minyak berbasis token di platform seperti Hyperliquid mungkin tetap menjadi titik fokus bagi trader yang ingin memanfaatkan volatilitas.
