Data non-pertanian AS terbaru memang tidak terlalu optimis, jumlah pekerjaan hanya meningkat 22.000 orang, bukan hanya salah satu level terendah baru-baru ini, tetapi juga jauh di bawah ekspektasi pasar. Sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%, meskipun nilai absolutnya tidak terlalu tinggi, tetapi telah meningkat 0,9 poin persentase dalam setahun, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah.

Dalam konteks ini, pasar hampir sepenuhnya memperkirakan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Namun, pertanyaan kuncinya adalah: apa alasan penurunan suku bunga tersebut? Jika karena adanya risiko ekonomi bahkan tanda-tanda resesi yang menyebabkan penurunan suku bunga, itu malah bisa menjadi sinyal yang perlu diwaspadai.

📉 Ekspektasi penurunan suku bunga hampir sudah menjadi kepastian:

  • Probabilitas mempertahankan suku bunga tidak berubah: 0%

  • Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin: 88,3%

  • Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin: 11,7%

⚠️ Namun, penurunan suku bunga tidak selalu berarti kabar baik, sejarah mengajarkan kita:

🔍 Kinerja Bitcoin setelah penurunan suku bunga sebelumnya tidak konsisten:

  • Setelah penurunan suku bunga pada bulan Agustus 2019, BTC turun 34%

  • Setelah penurunan suku bunga darurat pada bulan Maret 2020, terjadi "kejadian jatuh 312", BTC sempat turun 60%

  • Setelah penurunan suku bunga pada bulan September 2024, BTC naik 70%

Penjelasan tidak boleh terlalu optimis—kondisi ekonomi di balik penurunan suku bunga adalah kuncinya.

📌 Pasar saham AS juga dipengaruhi oleh jenis penurunan suku bunga:

  • Secara historis, Federal Reserve telah mengalami 8 siklus penurunan suku bunga, dan dampak penurunan suku bunga terhadap pasar saham AS bervariasi tergantung pada latar belakang penurunan suku bunga tersebut, dibagi menjadi penurunan suku bunga pencegahan dan penurunan suku bunga bantuan.

    1) Penurunan suku bunga pencegahan: biasanya terjadi saat ekonomi belum mengalami resesi yang signifikan tetapi ada risiko potensial, bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
    Misalnya: setelah penurunan suku bunga pada bulan September 1984 dan Juli 1995, pasar saham AS naik secara signifikan dalam 6 bulan, karena fundamental ekonomi yang kuat, profitabilitas perusahaan yang tinggi, penurunan suku bunga mengurangi biaya pendanaan, meningkatkan permintaan investasi dan konsumsi, mendorong pasar saham naik.

    2) Penurunan suku bunga bantuan: terjadi saat resesi ekonomi atau krisis keuangan, bertujuan untuk menstabilkan pasar dan ekonomi. Misalnya, setelah penurunan suku bunga pada bulan Januari 2001 dan September 2007, pasar saham AS mengalami penyesuaian signifikan dalam 6 bulan, karena resesi ekonomi menyebabkan penurunan profitabilitas perusahaan, meningkatnya risiko keuangan, dan penurunan suku bunga tidak dapat sepenuhnya mengimbangi dampak negatif.

✅ Kesimpulan dalam satu kalimat:
Data buruk tetap data buruk, meskipun pasar sementara menganggapnya sebagai alasan untuk penurunan suku bunga dan "merayakan dengan kesedihan", tetapi jika ekonomi benar-benar menuju resesi, harga aset pada akhirnya akan tetap mengalami tekanan. Apakah penurunan suku bunga merupakan kabar baik, tergantung pada apakah ekonomi "masih baik" atau "sudah tidak baik lagi".